GEMA-Mengawali rapat persiapan penyusunan buku sejarah perkembangan Universitas Islam Negeri Maulan Malik Ibrahim Malang. Ketua panitia Dr. In’am Esha mengundang dr. Illy Koesnowati putri bungsu pimpinan pertama UIN Malang yang saat itu bernama Fakultas Tarbiyah IAIN Cabang Sunan Ampel Surabaya Prof. Dr. Koesnoe dan Gus Danial putra Prof. KH. Muhdlor (30/4).
dr.Illy sapaan akrab dr. Illy Koesnowati, meminta kepada tim penyusun sejarah universitas ini agar penulisan dilakukan dengan benar berdasarkan data yang ada. Jangan sampai ada yang dikurangi atau bahkan dihilangkan sedikitpun. Dia menyampaikan pesan bapaknya, almarhum Prof. Koesnoe bahwa dalam menulis sejarah itu harus benar. Pasalnya, sejarah itu tidak bisa di ulang, ditambah atau bahkan dikurangi.
“Semua dokumen bapak tersimpan dengan rapi, hanya saja dokumen tersebut tidak boleh dipinjam keluar, jika hendak menelusurinya silahkan datang langsung ke perputakaan peninggalan almarum bapak saya,” terangnya.
Sementara itu, Gus Danial juga menyampaikan hal yang sama bahwa semua dokumen SK tentang sejarah nama kampus Fakultas Tarbiyah IAIN cabang sunan Ampel Surabaya masih dia simpan. Bahkan rekaman pembicaraan abahnya pun juga masih dia simpan. “Saya akan membatu proses penyusunan buku sejarah UIN Malang ini, karena saya sendiri juga masih alumni kampus ini,” terangnya.
Jadi, tambah dia, untuk mempercepat proses pencarian data di lapangan, tentunya dibutuhkan tim yang cukup agar proses pencarian dokumen bisa lebih cepat terselesaikan. “Mencari arsip dokumen butuh tambahan tim agar apa yang dicari cepat ditemukan,” pungkasnya.



