GEMA-Dalam rangka memperingati hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 april. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan pelepasan puluhan burung kehabitatnya.
Kegiatan itu dilakukan sebagai wujud komitmen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai smart eco-Campus (20/4).
Dalam peringatan hari bumi kali ini ada empat jenis burung yang akan dilepas, yaitu burung kutilang, emprit, jalak putih dan jalak hitam.
Khusus untuk burung jalak putih dan hitam semua ditangkar dalam kandang untuk kebutuhan konservasi yang sekaligus dijadikan sebagai laborat penelitian bagi mahasiswa biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Jalak di indonesia berdasarkan data dari badan konservasi ada 20 jenis burung jalak, salah satunya jalak putih dan jalak hitam, semua jenis burung jalak masuk kategori hewan yang dilindungi.
Dekan fakultas Sainstek UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dr. Sri harini menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen dalam rangka memperingatihari bumi ini uin maulana malik ibrahim malang melakukan pelepasan burung kembali ke alam bebas.
Sehingga, burung tersebut bisa berkembang biak di alam bebas, dan juga untuk mencegah terjadiny akepunahan hayati yang ada di Indonesia khusunya di pulau Jawa ini.
Dia menilai saat ini banyak burung yang diburu, di konsumsi, bahkan dijual belikan. Untuk itu dihari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April ini UIN Malang berkomitmen untuk melestarikan hayati dengan cara melakukan pelepasan burung ke habitatnya.
Sementara itu, ketua senat UIN Maulan Malik Ibrahim Malang Dr. H.A. Muhtadi Ridwan mendukung sepenuhnya upaya UIN Maulan Malik Ibrahim Malang melestarikan kelestarian hayati di tanah Jawa ini.
Muhtadi menyampaikan dengan tegas, upaya untuk melestarikan keragaman hayati di tanah jawa ini jangan setegah-tegah, lakukan secara terus menerus sehingga betul-betul membawa manfaat bagi keberlangungan kehidupan di alam semesta ini.
Sebelum dilakukan pelepasa puluhan burung tersebut, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag mengajak seluruh sivitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut menjaga kelestarian alam. Minimal menjaga lingkungan yang ada di sekitarnya. Khusunya di UIN Maulan Malik Ibrahim Malang.
Dalam rangka memperingati hari bumi ini, Rektor UIN Maulan Malik Ibrahim Malang mengajak bersyukur atas karunia yang telah diberikan sang pencipta.
Burung diciptakan tuhan bukan tanpa sengaja, kicauan burung yang bersautan bisa dijadikan sebagai alat untuk terus bermuhasabah kepada sang pencipta. “Untuk itu sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk selalu menjaga dan merawatnya agar tidak punah begitu saja,” tegasnya. (*)



