GEMA-Menjelang Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), tim panitia dosen dan karyawan mematangkan konsep, Senin (23/7). Dipimpin oleh Wakil Ketua Panitia PBAK 2018 Mohammad Miftahusyai’an, seluruh panitia mendapat penjelasan tentang tugas timnya.
Miftah menyatakan pentingnya memberikan kesan positif kepada warga baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Menurutnya, kesan positif di awal juga akan berimbas baik untuk studi mahasiswa ke depannya.
Sesuai arahan Kementerian Agama, Miftah menekankan kepada seluruh panitia dari dosen dan karyawan agar menjadi pengawas bagi panitia di lapangan. Ia tidak ingin ada kekerasan fisik dan psikis yang terjadi selama pelaksanaan PBAK yang dimulai 13 Agustus mendatang.
Masih adanya praktik perpeloncoan dalam pelaksanaan orientasi di beberapa institusi pendidikan di Indonesia tentu menjadi tugas bagi pihak kampus. Aksi kekerasan yang dilakukan sudah pasti berimbas pada nama baik kampus yang tercoreng.
Segala hal tentang pelaksanaan PBAK, lanjut Miftah, harus merujuk panduan dari universitas. “Jika ada aktivitas dan penugasan yang diberikan di luar ketentuan yang diberikan kampus, itu ilegal!” tegas pria berkacamata tersebut. (nd)



