TIGA KUNCI MEMBUAT TULISAN GO INTERNASIONAL
Abadi Wijaya Selasa, 31 Juli 2018 . in Berita . 2029 views
1546_prof-irwan.jpg

GEMA-Di hari kedua ini, Selasa (31/7) para peserta workshop peningkatan kompetensi penelitian sosial budaya yang berlangsung di ruang pertemuan Rektorat Lt.3 masih tampak antusias mengikuti pelatihan.
Prof. Dr. Irwan Abdullah, Guru Besar Antropologi UGM menjadi satu-satunya pemateri dalam pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut. Prof Irwan membakar semangat para dosen untuk terus produktif dalam membuat karya ilmiah. Dalam pertemuan hari kedua ini, dia memberikan trik jitu cara membuat proposal penelitian ataupun tulisan yang bisa diterima baik di jurnal, media cetak maupun media elektronik. Baik yang sekala lokal maupun sekala internasioanal seperti scopus dan sejenisnya.
Bapak kelahiran Aceh, 10 Agustus 1963 itu menegaskan bahwa kunci agar tulisan itu bisa diterima kuncinya ada tiga yaitu deskriptif, kritis dan transformatif. “Pengalaman saya menulis di media itu mengkritisi tulisan yang sudah terbit lalu saya telaah ulang dengan menggunakan tiga kunci tersebut,” paparnya.
Tidak hanya di media, persoalan di scopus pun juga sama, triknya bisa memanfaatkan isu terhangat yang lagi dijadikan topik pembahasan. Penulis bisa memanfaatkan persoalan tersebut untuk dilakukan penelitian dengan menggunakan tiga kunci yaitu melakukan deskriptif, kritis dan transformatif dari judul penelitian yang diangkat. Setiap penulis tentunya harus membuat rumusan masalah yang memunculkan deskriptif dari judul penelitian.
Dalam penulisan rumusan, tambah dia, tentunya akan mereduksi pada pertanyaan penting dari judul penelitian. Melalui pertanyaan bagaimana (how), dilanjutkan pertanyaan kritis dengan menanyakan faktor atau dampak apa saja yang membuat itu terjadi hingga membuat pertanyaan yang ketiga yang mengacu pada pertanyaan transformatif. “Membuat pertanyaan transformatif itu harus sistematis dan logis, dibutuhkan logika research yang jelas,” paparnya.
Proses transformatif itu, tambah bapak berbaju batik itu, harus bisa memunculkan pertanyaan yang bisa memunculkan kebijakan baru yang lebih baik. “Kalau penulis bisa menguasai topiknya tentunya akan bisa memegang kuncinya yaitu melalui proses deskriptif, kritis dan transformatif,” terang Profesor bidang ilmu antropoogi yang sudah memiliki 150 judul karya tulisan yang sudah terpublikasikan di jurnal internasional tersebut.
Sementara itu, salah satu peserta workshop Dr. Sani perwakilan dari Fakultas Ekonomi menegaskan bahwa pelatihan peningkatan kompetensi seperti ini perlu dilakukan secara berkala bagi dosen di UIN Maliki Malang. Pasalnya materi seperti ini sangat menunjang sekali terhadap kualitas tulisan dari kalanagan para dosen. “Saya harap LP2M bisa memberikan followup dan pendampingan bagi para penulis di UIN Maliki Malang ini,” harapnya.

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up