GEMA-Abdul Hamid, staf khusus Kedutaan Republik Indonesia untuk Irak, menyambangi Kampus Ulul Albab, Selasa (4/9). Pria berdarah Madura alumnus Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) UIN Malang tersebut berkenan memberikan kuliah tamu di depan para juniornya. Selama dua jam lebih di Home Theater Fakuktas Humaniora, ia membagikan perjalanan dan pengalamannya terjun di bidang diplomasi.
Pria yang juga lulusan Universitas King Saud ini mengaku bahwa ia tidak pernah berpikir akan berprofesi seperti sekarang. Mulanya, Wahid berpandangan orientasi dari jurusan BSA yang ia pilih hanya seputar pengajaran dan baca kitab. Namun, pandangan tersebut berubah ketika ia memutuskan untuk menjadi staf kedutaan.
"Masuk BSA, sama halnya dengan mengarungi lautan tanpa batas," ungkapnya. Dengan mempelajari bahasa, seseorang dapat memiliki masa depan yang luas. Banyak bidang profesi yang dapat dimasuki Perniagaan, perbankan, pengajaran, dan lain sebagainya. "Tidak akan mati kelaparan, orang yang terampil Berbahasa Arab, " yakinnya.
Wahid juga membagikan beberapa tips bagi mahasiswa yang tertarik dengan bidang yang digelutinya. "Perbanyak informasi dunia internasional, terutama yang berkaitan dengan Indonesia," tuturnya. "Analisa, berikan pandangan, dan coba berikan solusi untuk masalah yang ada," imbuhnya.
Selain itu, Wahid juga membagikan beberapa kunci untuk menjadi diplomat yang baik. Diantaranya adalah penguasaan terhadap bahasa dan pemahaman budaya di tempat penugasan, pemeliharaan hubungan baik dengan negara lain, serta persatuan dan kesatuan setiap unsur. Ketika berdiplomasi, orang harus dapat menyesuaikan diri, tidak kaku, dan mengesampingkan ego pribadi. "Diplomasi adalah untuk kepentingan negara," ujarnya.(zaw)
INSPIRATIF: Abdul Wahid, alumnus BSA 2009, berbagi pengalaman dengan para mahasiswa.



