GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang untuk kali pertama mengkolaborasikan dua konferensi internasional. Yakni, International Conference on Islam, Science, and Technology (ICONIST) dan International Conference on Law, Technology, and Society (ICOLESS). Acara dihelat di Hotel Klub Bunga Batu (24-25/10). Kedua acara merupakan kerjasama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) dan Fakultas Syariah UIN Malang serta LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Ketua LP2M UIN Malang Dr. Tutik Hamidah menjelaskan, konferensi ini diadakan untuk membahas lebih spesifik mengenai pengembangan mutakhir ilmu pengetahuan, teknologi, dan Islam. “Kita bersama-sama bertukar pendapat dan memahami keilmuan secara mendalam,” ajaknya.
Dengan berbagi, lanjut Tutik, hasil penelitian tidak hanya menjadi berkas yang tertata di rak perpustakaan. Namun bisa diimplementasikan untuk kepentingan bersama. “Seperti yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni melaksanakan pendidikan dan penelitian sebagai bentuk mengabdi pada masyarakat,” jelas wanita berkacamata ini.
Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. pun turut mengajak peserta konferensi untuk mengembangkan beragam pengalaman. Karena forum ini memuat beragam keilmuan, ia harap, peserta akan memiliki pengetahuan baru di luar bidang yang diminati.
Ia juga berharap agar konferensi internasional ini dapat memberi rekomendasi yang implementatif. “Agar selanjutnya dapat digunakan untuk membangun sinergi antara Islam, teknologi, dan sains untuk keadilan sosial,” tuturnya. (ofi/nd)



