GEMA-Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan Seminar Nasional dan Workshop Klirens Etik Penelitian. Prosedur Penanganan Hewan Coba (Tinjauan Sains dan Islam) merupakan kegiatan terakhir dari rangkaian seminar yang bertempat di Ruang Auditorium Lt.4 FST, Senin (22/10).Materi ini akan disampaikan oleh Dr.drh. Bayyinatul Muchtarromah, M.Si.
Dalam materinya, Dr. Bayyin menekankan bahwa terdapat beberapa ketentuan khusus dalam penanganan hewan coba yang harus dipenuhi sesuai etika dan syariat Islam. Salah satunya dalam pemberian makan dan minum pada hewan coba. Makanan dan minuman terhadap hewan coba harus dilakukan sesuai standar yang berlaku. “Perlakuan itu dilakukan untuk menjaga kesehatan dan stamina hewan coba ketika akan digunakan untuk penelitian,” ujar Lulusan Program Doktor Ilmu Kedokteran Kekhususan Biologi Reproduksi tersebut.
Pemeliharaannya juga harus mematuhi etika secara professional.Etika ini mencakup pra pemakaian hewan sebagai hewan coba sampai proses pengkuburan harus sesuai syariat Islam. Termasuk dalam membuat lubang kubur juga harus diperhatikan minimal kedalaman setengah hingga satu meter. Kedalaman lubang ini untuk memastikan hilangnya aroma hewan mati agar tidak menyebabkan gangguan. “Lakukan penanganan ini dengan prosedur yang baik untuk mendapatkan data yang valid, dan terhindar dari murka hewan coba yang telah kita gunakan,” pesan Lulusan Program Doktoral Universitas Brawijaya ini. (ama/nhl)



