GEMA-Menjelang akhir Oktober, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) menggelar International Conference on Islamic Education (ICIED). Acara di Aula Gedung Rektorat Lt. 5 ini menjadi wadah bertukar pikiran bagi yang fokus dalam bidang pendidikan, Rabu (24/10).
Narasumber pakar pendidikan dari berbagai negara diundang menjadi pembicara utama. Yakni Prof. Dr. Ismail Lutfi Japakiya (Thailand), Prof Dr. M. Mahmudul Hasan (Malaysia). Sedangkan dari Indonesia, ada Dr. M. Habib Chirizin. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si. beserta dekan dan wakil dekan FITK.
Dr. Abdul Basith, wakil dekan FITK, menjelaskan konferensi ini rutin setiap tahun dilaksanakan fakultasnya. Dengan cara ini, bidang pendidikan akan berkembang. “Mengembangkan keilmuan menjadi tujuan siapa saja,” imbuhnya.
Peserta, lanjutnya, berasal dari kalangan PTN di bawah naungan Dikti dan Diktis. Peserta dari perguruan tinggi lainnya pun turut hadir. Tak hanya sekadar mendengarkan paparan pemateri utama, mereka juga menjadi pembicara di sesi paralel pada konferensi yang ditutup pada (25/10) tersebut.
Hasil presentasi, masih kata Basith, diharapkan menjadi rujukan bagi kalangan yang tertarik di bidang yang sama untuk meneliti. Karena peserta tak hanya dosen tapi juga mahasiswa, pihak panitia berharap mahasiswa mendapat banyak bahan untuk tugas akhirnya nanti. “Seluruh hasil penelitian ilmiah dalam bentuk artikel, nantinya akan dibaca banyak orang dan memberi manfaat hingga lingkup internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Ilfi menyatakan, isu-isu pendidikan di berbagai negara tentu berbeda. Isu yang marak di Indonesia belum tentu dihadapi oleh Thailand dan Malaysia. “Konferensi seperti ini menjadi kesempatan yang tepat untuk update dan sharing beragam isu pendidikan di berbagai negara,” lanjutnya. (kh/nd)



