GEMA-UPT Satuan Pengawasan Internal (SPI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengundang Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur dalam Focus Group Discussion (FGD). Acara bertema Penguatan Sistem Pengendalian Internal ini dilaksanakan di Meeting Room Lt. 3 Gedung Rektorat, Rabu (24/10). FGD kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antar kedua instansi.
Dalam kesempatan itu, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. meminta BPKP untuk menjadi guide kampusnya. Ia ingin agar ada arahan, bimbingan, dan koreksi terkait pengelolaan keuangan dan pembangunan universitas.
Karenanya, ia pun meminta Kepala UPT SPI Muh. In’am Esha untuk melibatkan BPKP jika mengadakan FGD lanjutan terkait pembangunan kampus. “Semua ini agar ada kendali dari awal sehingga tidak ada masalah,” lanjut rektor yang menerima penghargaan Santri Inspiratif Bidang Pendidikan ini.
Kepala BPKP Provinsi Jatim Agus Setianto menjelaskan fokus pengawasan dan pentingnya sistem pengendalian internal. Menurutnya, sistem harus fokus pada objek yang dikendalikan. “Karena objek akan menjadi resiko, dan resiko adalah segala sesuatu yang dapat mengganggu kelancaran pencapaian tujuan,” jelasnya.
Ia pun mengingatkan bahwa pekerjaan mengendalikan sistem internal bukanlah beban baru. Suatu instansi sudah selayaknya memiliki sistem tersebut agar menjadi lebih baik. “Sistem ini pula yang akan membantu universitas untuk memperlancar program terutama pengelolaan keuangan dan pembangunan,” paparnya.
Turut hadir dalam forum tersebut, Wakil Rektor Isroqunnajah, para kepala biro, Direktur Pascasarjana Prof. Mulyadi, para dekan, serta anggota badan keuangan universitas. (ptt/nd)



