GEMA-Devisi Humasy dan DakwahHTQ adakan Pelatihan Jurnalistik, kegiatan ini berlangsung di Halaqoh HTQ, Sabtu (10/11). Penyampaian materi ini diisi oleh tiga alumni HTQ yang pakar dalam bidangnya, Moh. Arifudin materi jurnalistik, Fuad Ibrahim materi desain grafis, dan Atho’illah materi entrepreneur.
Sesuai tema yang diangkat yaitu, Meningkatkan Kreatifitas Jurnalistik Untuk Mewujudkan Generasi Inovatif Yang Berlandaskan Al Quran diharapkan para peserta mampu memulai dirinya berkarya melalui tulisan-tulisannya.
Seperti yang disampaikan oleh Gus Atho’, dalam belajar menulis memang butuh paksaan untuk istiqomah. “Yang menjadikan beda antara siswa dengan mahasiswa adalah karyanya,” tutur Alumni S1 Pendidikan Agama Islam ini. Karena dengan karya inilah seorang mahasiswa akan lebih bermakna dalam kehidupannya.
Salah satu karya tulis nyata adalah di bidang jurnalistik. Ketika sudah memasuki ranah jurnalistik, seorang jurnalis perlu mengemban prinsip-prinsip jurnalistik yang terangkum dalam empat hal. Ke empat hal ini meliputi prinsip shiddiq, amanah, fathonah, dan tabligh. “Seorang jurnalis harus mendapatkan narasumber yang aktual, karena jurnalis adalah penulis fakta, bukan pengarang berita,” jelas GusArif Pembina Jurnalistik An-Naba. Prinsip ini merupakan sebuah pedoman yang harus dipegang teguh oleh seorang jurnalis.
Kegiatan rutinan yang menjadi program kerja (proker) Huda ini diharapkan mampu mengasah skill para crew An-Naba dan juga mahasiswa Ulul Albab secara umum. “Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat untuk mengasah bakat dan minat,” ungkap Ning Hana salah satu pengurus HTQ. (syf/nhl)



