GEMA-Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (Sema-FITK) mengadakan sarasehan kepemudaan. Acara di Aula Lt. 5 Gedung Rektorat tersebut mengundang Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Selasa (27/11).
Di awal pemaparannya, Yaqut menekankan bahwa Pancasila merupakan pondasi yang cocok untuk negara multikultural Indonesia. “Hanya Pancasila yang mampu menyatukan keberagaman di negara ini,” imbuhnya.
Ia menambahkan, Pancasila merupakan warisan leluhur bangsa, termasuk kiai. Menjaganya berarti menghormati para pendahulu. Ini juga berarti Pancasila merupakan harga diri bangsa. “Yang berusaha mengganti dan merusak ideologinya harus dilawan,” tegas anggota ke-6 DPR RI ini.
Apalagi di era milenial, lanjut Gus Yaqut sapaan akrabnya, sangat dibutuhkan mediasi yang edukatif. Sehingga mampu memberikan wawasan mendalam tentang nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. Salah satu caranya melaui media sosial.
Ia berharap, generasi muda memiliki filterisasi yang kuat saat menerima dan menyebarkan informasi. Serta menjauhi perilaku anti toleran. Pasalnya, bagi kelompok radikalisme, medsos tidak hanya sebatas alat penyebar isu radikalisme. Namun juga digunakan sebagai media merekrut anggota baru disertai menanamkan perilaku anti toleran yang merupakan indikasi awal paham tersebut.
Hadir dalam acara tersebut Rektor UIN Malang Prof. Abd. Haris, Wakil Rektor Dr. Isroqunnajah, Dekan FITK Dr. Agus Maimun, para wakil PC. PG. Ansor Kota Batu dan Kota Malang. (ptt/nd)



