GEMA-Dalam pembekalan peserta KKM UIN Mengabdi 2019, Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat Universitas Negeri Jember Hermanto Rohman dihadirkan sebagai pemateri, Rabu (26/12). Ia menekankan pentingnya menumbuhkan kesan positif masyarakat terhadap program pengabdian masyarakat.
Pasalnya, kata Hermanto, kesan masyarakat akan berdampak pada generasi KKM selanjutnya. Tentunya juga berdampak pada nama baik kampus. “Jika peserta bisa memberi kesan positif, tentu baik untuk kampus. Begitu juga sebaliknya,” jelasnya.
Ia menjelaskan, dalam mendesain kegiatan KKM, harus menyesuaikan situasi dan kondisi desa tujuan. Jangan sampai peserta membuat kegiatan yang tidak dibutuhkan di lapangan. “Karenanya, agenda awal peserta KKM ialah melakukan banyak dialog dengan perangkat dan masyarakat desa setempat,” paparnya. Agenda ini juga menjadi ajang silaturahmi pada masyarakat. “Silaturahmi adalah cara awal memberi kesan positif,” terangnya.
Hal yang harus dihindari peserta KKM, masih kata Hermanto, ialah menggurui. Walau tujuan utama kegiatan pengabdian tersebut ialah mempraktikkan keilmuan, namun ada sikap-sikap yang harus diperhatikan. “Jangan pernah posisikan diri sebagai orang pintar di tengah masyarakat,” pesannya. (aj/nd)



