GEMA-Pusat Ma’had al Jami’ah (PMJ) UIN Malang ingin membuat gebrakan di era industri 2.0. Untuk menciptakan generasi santri yang kekinian, Direktur PMJ Dr. Ahmad Muzakki merilis Santri Milenial (SAMIL) di Gedung Halaqoh Lt. 1 (13/12). Acara tersebut dihadiri murabbi/ah, staf, dan seluruh musyrif/ah PMJ angkatan 2018-2019.
Ustad Muzakki, sapaan direktur PMJ menyatakan, SAMIL merupakan program yang diwujudkan untuk mengasah santri dalam pemanfaatan media sosial. Tak untuk sekadar narsis, namun lebih pada sarana dakwah di era digital.
Ia menjelaskan, di era penyebaran internet, memudahkan penggunanya untuk berjihad dalam bentuk lain. Jihad saat ini tidak hanya identik dengan mengikuti perang melawan musuh. “Menggunakan pena dan medsos juga dinilai jihad jika tujuannya untuk menyebarkan ajaran Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamiin,” terangnya.
Tentu SAMIL mempunyai tujuan yang sangat mulia, lanjut Muzakki. Ia ingin ma’had menjadi tempat pencetak generasi Indonesia yang benar. Tak sekadar pintar. “Kami ingin mahasantri di UIN Malang memiliki spiritual yang kuat diimbangi tirakat untuk jadi santri milenial yang sesungguhnya,” harapnya. (kh/nd)



