“Kegiatan KKM ini harus diikuti dengan research di tempat KKM,” terang Prof. Haris dalam sambutannya. KKM yang diisiasi oleh UIN Maulana Malik Ibrahim ini memang berfungsi untuk mendampingi masyarakat dalam menyelesaikan masalah yang ada. Sehingga dengan research setidaknya akan diketahui dua hal. Yang pertama, lanjut orang nomor wahid UIN Malang ini, bahwa dengan research akan diketahui pengaruh KKM terhadap suatu desa. Dan yang kedua, akan diketahui bagaimana cara untuk mengembangkan desa menjadi desa unggul.
“Saya menyambut baik acara ini, karena untuk menjadi desa yang berkembang diperlukan campur tangan dari banyak pihak,” ujar Sanusi Bupati Kab. Malang (plt). Dalam sambutannya, teman satu almamater dengan Rektor UIN Malang ini memberikan contork Desa Pujon Kidul. Perkembangan desa ini sangat signifikan. “Sekarang omset desa ini mencapai 40 M dalam setahun,” jelasnya memotivasi.
Lawatan kedua tokoh di Malang ini adalah untuk me-lounching program KKM Kelompok 71 dan 208 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Green Smart Living. Semoga program ini dapat bermanfaat bai masyarakat dan menjadikan desa Duwet Krajan menjadi salah satu desa unggul di Indonesia. (nhl)



