LITERASI KEUANGAN SYARIAH INDONESIA MASIH LEMAH
Iffatunnida Selasa, 26 Februari 2019 . in Berita . 1930 views
1832_keuangan.jpg

GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim menjadi tuan rumah Temu Ilmiah Regional (Temilreg) Jawa Timur 2019. Acara tahunan yang digelar Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Jawa Timur ini diselenggarakan selama dua hari, Senin-Selasa (25-26/2). Seminar nasional menjadi pembuka rangkaian acara yang dilaksanakan di Home Theater Fakultas Humaniora.
Narasumber Dr. Sunardi, MM., yang merupakan penguji calon direksi dan komisaris bank di Indonesia menjelaskan urgensi literasi dan inklusi keuangan syariah. Menurutnya, Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim masih asing dengan literasi keuangan syariah.
“Dari total penduduk Indonesia, yang paham literasi keuangan konvensional mencapai 29,1% sedangkan syariah hanya 8,1%,” jelasnya. Ia menambahkan, dari total penduduk yang paham literasi keuangan syariah, terbesar ada di Jawa Timur.
Sunardi melanjutkan, produk layanan jasa keuangan yang paling dikenal adalah tabungan, mencapai angka 99%. “Ini mengindikasikan masyarakat kita masih tergolong kelas bawah, karena produk layanan keuangan masih banyak di luar tabungan,” tuturnya.
Pada akhir materi, ia menjelaskan perbedaan antara jasa keuangan konvensional dan syariah, yang terletak pada prinsip kepastian. “Keuntungan jika bekerjasama pada bank syariah sudah dipastikan di awal, sedangkan bank konvensional tidak,” pungkasnya.
Kemudian, rangkaian acara dilanjutkan dengan berbagai ajang perlombaan. Di antaranya lomba karya tulis ilmiah, pitching competition, dan Olimpiade Ekonomi Islam. Beberapa forum diskusi juga digelar, seperti Talkshow Srikandi, Forum Group Discussion, dan sharing FoSSEI malam. Seluruh agenda dilaksanakan di area kampus 1 dan 2 UIN Malang. (ir/nd)

(INFOPUB)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up