GEMA-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag berdiskusi dengan mahasiswa dalam Tadarrus Kopi di Gedung UIN Maliki Press, Rabu (27/2).
Kegiatan yang dilaksanakan Pesantren Kopi ini mengajak sivitas akademika untuk kembali menghidupkan riset dan pengabdian masyarakat. Menurut Jau, panitia diskusi, kegiatan ini ialah bentuk tanggung jawab mahasiswa terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Melihat banyaknya minat diskusi di warung-warung kopi, panitia pun mencoba tradisi tersebut. Sehingga, ngopi tidak hanya diisi dengan cangkrukan yang tidak manfaat. “Kita bangun semangat diskusi dan literasi dengan suguhan kopi,” paparnya.
Kegiatan malam itu diberi label “Bagian 1” dengan harapan agar masih adalagi kegiatan-kegiatan serupa. Malam itu, panitia memilih Sastra Keindahan dan Peradaban sebagai tema diskusi.
Prof. Haris menyampaikan bahwa peradaban dibangun dengan rasa dan keindahan. Sebagaimana Islam mengajarkan dalam al Quran bahwa Allah itu indah dan menyukai keindahan.
“Sastrawan yang baik adalah yang mampu membaca dan memahami al Quran,” tambahnya. Dengan modal pemahaman al Quran, sastrawan lebih mampu menanggapi polemik kehidupan yang ada di dunia bahkan di akhirat.
Di akhir diskusi, rektor kelahiran Lamongan ini berpesan kepada mahasiswa akan pentingnya berkarya. “Jangan menunggu jadi dosen untuk menciptakan karya,” tegasnya. (ofi/nd)



