GEMA-Delapan profesor untuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tentu bukan jumlah yang ideal. Jumlah tersebut dapat dikatakan dalam level krisis, sehingga pihak kampus harus konsisten memotivasi dosen-dosen yang sudah memenuhi syarat. Dalam Focus Group Discussion Percepatan Guru Besar di Ruang Sidang Senat Rektorat Lt. 4, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. menyampaikan targetnya, Selasa (26/3).
Ia merencanakan akan melantik empat profesor baru di tahun 2019. Target ini, ia yakin, tentu membutuhkan energi yang lebih. “Kalau bapak-ibu yang tinggal setahap lagi terus semangat, saya yakin target ini tercapai,” ujarnya optimis.
Prof. Haris sadar bahwa kendala terbesar dalam pemenuhan persyaratan guru besar ialah karya ilmiah. Apalagi jurnal yang ditarget adalah yang bereputasi internasional. Namun, ia yakin, kemampuan para doktor di UIN Malang lebih dari mumpuni untuk menghasilkan artikel-artikel ilmiah yang dapat menjadi rujukan kalangan internasional.
Dalam akhir sambutannya, rektor berjanji akan menjadi motivator yang konsisten bagi calon guru besar. Ia secara pribadi akan memantau perkembangan orang-orang yang ditarget menjadi profesor agar tidak mengendorkan semangat. “Saya akan kirim pesan setiap hari jika perlu untuk menanyakan perkembangan bapak ibu,” lugasnya. (nd)



