GEMA-Melanjutkan Rapim di hari kedua, Kamis (28/3) seluruh pimpinan di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) membahas kompilasi hasil rapat pertama kemarin. Lembaga Penjaminan Mutu, Rosihan memandu langsung diskusi hasil kompilasi arah dan kebijakan UIN Maliki Malang.
Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Ilfi Nurdianah, M.Si memaparkan beberapa hasil kompilasi yang sudah dikelompokkan sesuai dengan tujuh sasaran strategis (Sargis) yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Agama.
Tujuh sargis itu menjadi landasan menentukan arah kebijakan UIN Maliki Malang tahun 2020. Diantaranya yaitu melakukan perluasan akses, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, serta mutu penelitian yang dilakukan oleh para dosen dan mahasiswa melalui hasil research nya. “Semua itu dalam rangka untuk melakukan peningkatan kualitas layanan dan mutu lulusan di perguruan tinggi,” paparnya.
Dalam penetapan sargis tahun 2020 ini, kata dia, merupakan hasil tindak lanjut dari Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), hasil audit internal dan eksternal yang sudah dilakukan oleh UIN Maliki Malang.
Usai pemaparan tujuh sargis, semua peserta Rapim diajak berdiskusi merespon hasil kompilasi untuk memberikan ide segar yang sesuai dengan arah kebijaka universitas. “Sehingga semua hasil Rapim ini bisa dipahami bersama dan dilaksanakan bersama,” tegas Ilfi.
Ilfi juga berpesan, semua pimpinan baik ditingkatan universitas, Fakultas, UPT, dan lembaga bersama-sama melakukan penyusunan program anggaran yang jelas dan matang. Sehingga, tahun 2020 kalau bisa perencanaan UIN Maliki Malang tidak banyak melakukan revisi terhadap anggaran yang sudah ditetapkan. “Semakin banyak revisi anggaran yang dilakukan itu menunjukkan bahwa proram kerja yang telah disusun kurang memilki mutu yang diharapkan sesuai dengan sargis,” paparnya.



