GEMA-Bidikmisi on March (BIOMA) 2019 yang merupakan agenda tahunan Keluarga Besar Mahasiswa Bidikmisi (KBMB) UIN Malang kembali digelar, Sabtu (30/3). Tahun ini merupakan tahun kelima diselenggarakannya acara terbesar KBMB tersebut. Terlaksana di Ruang Sidang Sport Center, BIOMA dihadiri lebih dari 10 universitas.
Berbeda dari sebelumnya, BIOMA 2019 hanya mengadakan lomba esai nasional tingkat mahasiswa. “Tidak lagi ada lomba tingkat SMA karena dianggap terlalu membuang dana dan persiapan kita juga mepet,” ujar Reza, Badan Pengurus Harian KBMB.
Reza melanjutkan BIOMA tahun sebelumnya mengadakan lomba Karya Tulis Ilmiah untuk tingkat mahasiswa. “Kita beralih ke esai yang biaya pendaftarannya lebih rendah, jadi pendaftar akan lebih banyak,” jelasnya. Jumlah pendaftar esai tahun ini mencapai 150 karya.
Babak final diikuti oleh 15 grup yang lolos penyisihan. Tercatat ada 12 universitas yang mengirimkan delegasi ke UIN Malang. Di antaranya Universitas Gajah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Univeritas Swadaya Gunugjati, dan Institut Pertanian Bogor. “Ada juga dari Universitas Pertamina, UIN Walisongo, Universitas Diponegoro dan yang paling jauh Universitas Mataram,” jelas Reza. UIN Malang sebagai tuan rumah mengirim satu grup untuk memperebutkan gelar juara.
Perwakilan Universitas Diponegoro berhasil meraih juara pertama esai nasional BIOMA 2019. Tema penelitian yang diambil ialah alat penyedia air bersih pasca bencana gempa bumi. “Sangat inovatif dan sesuai dengan kejadian akhir-akhir ini,” jelas salah satu juri. Disusul Universitas Negeri Malang sebagai juara kedua dan Universitas Negeri Yogyakarta sebagai juara ketiga. (ir/nd)
Berbeda dari sebelumnya, BIOMA 2019 hanya mengadakan lomba esai nasional tingkat mahasiswa. “Tidak lagi ada lomba tingkat SMA karena dianggap terlalu membuang dana dan persiapan kita juga mepet,” ujar Reza, Badan Pengurus Harian KBMB.
Reza melanjutkan BIOMA tahun sebelumnya mengadakan lomba Karya Tulis Ilmiah untuk tingkat mahasiswa. “Kita beralih ke esai yang biaya pendaftarannya lebih rendah, jadi pendaftar akan lebih banyak,” jelasnya. Jumlah pendaftar esai tahun ini mencapai 150 karya.
Babak final diikuti oleh 15 grup yang lolos penyisihan. Tercatat ada 12 universitas yang mengirimkan delegasi ke UIN Malang. Di antaranya Universitas Gajah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Univeritas Swadaya Gunugjati, dan Institut Pertanian Bogor. “Ada juga dari Universitas Pertamina, UIN Walisongo, Universitas Diponegoro dan yang paling jauh Universitas Mataram,” jelas Reza. UIN Malang sebagai tuan rumah mengirim satu grup untuk memperebutkan gelar juara.
Perwakilan Universitas Diponegoro berhasil meraih juara pertama esai nasional BIOMA 2019. Tema penelitian yang diambil ialah alat penyedia air bersih pasca bencana gempa bumi. “Sangat inovatif dan sesuai dengan kejadian akhir-akhir ini,” jelas salah satu juri. Disusul Universitas Negeri Malang sebagai juara kedua dan Universitas Negeri Yogyakarta sebagai juara ketiga. (ir/nd)



