GEMA-Menunjukkan dukungannya untuk seluruh kegiatan di unit kampus, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. datang untuk membuka acara. Kali ini acara milik Chinese Language and Culture Center (CLCC) di Ruang Pertemuan Gedung Rektorat Lt. 3 disambangi oleh orang nomor satu di kampus itu, Rabu (10/4).
Saat memberikan opening speech-nya, ia mengatakan bagaimana orang Cina dan Jepang berbeda dengan warga negara lain. Menurutnya, warga atau keturunan Cina dan Jepang tidak pernah berlebihan dalam gaya hidupnya. Tidak ada besar pasak daripada tiang. Sehingga apa yang dihasilkan dan dikeluarkan tidak berat sebelah.
Dengan apa yang ada, lanjut Prof. Haris, mereka dapat memanfaatkan semaksimal mungkin. Sehingga tidak heran warga Tionghoa, khususnya, bisa beradaptasi di manapun mereka tinggal. “Ciri-ciri orang yang menguasai dunia itu yang efektif dan efisien,” ujarnya menekankan.
Dengan dibukanya CLCC di UIN Malang, pihak kampus ingin agar sivitas akademik mulai mengenal lagi bahasa lain selain Bahasa Arab dan Inggris. Ia sadar bahwa tidak banyak yang familiar dengan Bahasa Mandarin karena merasa kesulitan.
Maka dari itu, rektor ingin agar CLCC menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. “Sekarang dimana-mana lagi nge-trend enjoy learning,” tambahnya. Dengan suasana yang menyenangkan, tentu belajar Mandarin akan cepat dan mudah. (nd)



