GEMA-Wakil Ketua 1 Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Joni Hermana mengungkapkan keinginannya agar di tahun mendatang, seluruh Universitas Islam Negeri menjadi Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Karena, di tahun ini, UIN belum termasuk dalam 73 perguruan tinggi penyelenggara UTBK.
“Kami berharap tahun depan UIN bisa (menjadi pusat UTBK, Red.) karena jujur saja kami kewalahan,” terangnya. Dengan membludaknya minat siswa untuk mengikuti UTBK, LTMPT bahkan menambah kuota bagi beberapa wilayah yang kuotanya penuh namun masih harus menampung banyak pendaftar lagi.
Ia mengungkapkan, 800.000 kuota di setiap gelombang tentu merupakan jumlah yang sangat banyak. Karenanya, tidak mungkin pelaksanaan UTBK hanya satu atau dua sesi. “Kita laksanakan selama 10 sesi, yang masing-masing memfasilitasi 80.000 peserta,” tambahnya.
Pembagian sesi ini, lanjut Joni, menyesuaikan server dan jumlah desktop yang tersedia di masing-masing pusat UTBK-PTN. Agar meringankan kinerja, tentu LTMPT butuh pusat UTBK baru di tahun mendatang. Hal ini, akan dibahas dan dimantapkan lagi dalam diskusi internal LTMPT agar ke depannya, UIN seluruh Indonesia siap menjadi pusat UTBK.
Masih kata Joni, menjadikan UIN sebagai pusat UTBK juga sekaligus memfasilitasi calon mahasiswa lebih banyak lagi. Jumlah kuota 800.000 per gelombangnya masih dirasa kurang dibanding jumlah siswa seluruh Indonesia yang memiliki hak mengikuti ujian tersebut. (nd)



