GEMA-Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi mengeluarkan keputusannya terhadap asesmen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pada Selasa (9/4), Sertifikasi Akreditasi No. 166/SK/BAN-PT/Akred/PT/IV/2019 yang diterima Unit Lembaga Penjaminan Mutu tertulis bahwa akreditasi A masih menjadi milik kampus berlogo ulul albab ini.
Dalam wawancara bersama Gema, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. menuturkan bahwa hasil akreditasi adalah pemacu semangat. “Segala hal yang dinilai positif oleh BAN-PT harus semakin kita efektifkan dan tingkatkan,” paparnya. Ia tidak mau hanya tampak baik di luar. Jadi, apa yang ditampilkan baik, harus benar-benar baik.
Ia menambahkan, pihak kampus akan semakin menggalakkan penelitian di kalangan dosen. Kondisi UIN Malang yang hanya memiliki sedikit guru besar dibanding perguruan tinggi lainnya yang selevel. “Karena akhir-akhir ini memang sedang kami canangkan percepatan guru besar, maka melakukan riset adalah cara yang tepat untuk hal tersebut,” imbuhnya.
Melakukan riset, kata Prof. Haris, tak hanya dapat meningkatkan status para pengajar. Namun, hal tersebut dapat juga meningkatkan performa mengajar dosen yang berimbas pada nilai kampus. “Melakukan riset tentu bagus untuk pengembangan materi pengajaran dosen di kelas,” tambahnya.
Setelah riset dilakukan, lanjutnya, ia berharap akan ada karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal-jurnal. Hal ini juga akan membantu percepatan guru besar. “Tentu menerbitkan artikel di jurnal bereputasi internasional akan memberi poin lebih bagi individu dosen,” tutur rektor kelahiran Kabupaten Lamongan tersebut. (nd)



