GEMA-Puncak gelaran English Exposure and Socialization Program 2019 diramaikan dengan iring-iringan karnaval dan bazar mahasiswa, Selasa (30/4). Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag., Direktur Pusat Pengembangan Bahasa Dr. Abdul Hamid, dan Ketua Program Khusus Pengembangan Bahasa Inggris (PKPBI) Dr. Syamsudin membuka acara yang berpusat di lapangan utama kampus.
Melihat riuhnya mahasiswa, rektor mengaku sangat kaget. Ia tidak menyangka bahwa mahasiswa UIN Malang begitu bersemangat memeriahkan acara yang juga menjadi rangkaian dari pembelajaran di PKPBI semester genap ini. “Ramai sekali dan tema serta tradisi yang diangkat sangat beragam,” tuturnya tersenyum saat didaulat membuka acara di atas panggung utama.
Semangat yang terlihat itu, lanjut rektor, merupakan gambaran semangat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mahasiswa yang bersemangat ke arah positif tentu menjadi ruh suatu kampus untuk selalu berkembang dan tentu maju. “Inilah wajah kampus kita yang sebenarnya. Penuh semangat positif,” imbuh rektor kelahiran Lamongan tersebut.
Beragam tradisi yang dipamerkan setiap perwakilan jurusan di UIN Malang juga mendapat apresiasi rektor. UIN Malang merupakan sekolah dan rumah bagi mahasiswa dari Sabang sampai Merauke. Budaya dan bahasa yang dibawa setiap mahasiswa tentu berbeda. “Namun ketika sampai di sini, semua menyatu,” lanjutnya.
English Carnival, tutur Prof. Haris, merupakan momen bagi mahasiswa dari segala penjuru Indonesia untuk mengenalkan budayanya. Mulai dari mengenalkan baju adat, makanan khas, hingga tradisi keseniannya.
UIN Malang, masih kata peraih Santri of The Year 2019 ini, tak hanya rumah bagi mahasiswa domestik. Ia juga menjelaskan bahwa ada banyak pula mahasiswa dari beberapa negara lain. Misalnya, Cina, Irak, Madagaskar, Sudan, Thailand, dan lainnya. “Dengan melihat tradisi-tradisi ini, mereka juga bisa belajar banyak tentang Indonesia,” paparnya.
Pasca sambutannya, Prof. Haris kemudian meresmikan acara tersebut. Ia pun tak ketinggalan turut mengiringi mahasiswa yang mengikuti English Carnival dimulai dari belakang Gedung Rektorat hingga memasuki lapangan utama UIN Malang. Tak hanya itu, Prof. Haris juga tampak mengunjungi seluruh stan yang dibuka oleh mahasiswa per jurusan.
English Carnival dan Bazaar merupakan acara puncak English Exposure 2019. Sebelumnya telah dilaksanakan pula Lomba Drama dan Akustik. Dalam acara puncak tersebut, mahasiswa juga berkompetisi dalam pemilihan Prince dan Princess PKPBI, Lomba Karnaval dan Penampilan Kreatif, serta Lomba Bazar. Mahasiswa per jurusan juga tampil dengan beragam tema sesuai dengan propinsi di Indonesia yang mereka pilih. (nd)



