GEMA-Unit Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali memulung prestasi membanggakan. Betapa tidak, program kursus ini kembali mewacanakan pengiriman dua pengajar BIPA ke luar negeri, tepatnya ke Benua Eropa. Sebelumnya, BIPA UIN Malang juga sudah pernah mengirim tiga pengajar ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Rabu, (26/6).
Ketua BIPA UIN Maliki Malang, Dr. Hj. Dewi Chamidah, M.Pd., mengungkapkan bahwa prestasi ini dapat tercapai dengan membuka koneksi luas dengan instansi-instansi luar. “Dalam waktu yang relatif singkat, BIPA UIN Malang juga berhasil bekerjasama dengan lembaga regional dan internasional. Seperti dalam acara Design Thinking Camp, itu acara yang bekerjasama dengan PTN dan PTS se-Malang Raya,” jelasnya.
Berangkatnya para pengajar ke luar negeri juga tidak luput dari usaha BIPA merangkai koneksi dengan Kemdikbud RI. Melalui kerjasama dengan Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK) dan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemdikbud RI, BIPA UIN Malang dapat berpartisipasi dalam program Bimtek Pengajaran BIPA serta Pengiriman Pengajar ke Luar Negeri.
“BIPA sudah mendapat kepercayaan dari PPSDK untuk menjadi bagian terpenting dalam diplomasi kebahasaan. Karena itu, ada banyak program kerjasama BIPA dengan PPSDK,” ungkap Dewi.
Tak hanya mendapat kepercayaan penuh dari PPSDK Kemdikbud RI, BIPA UIN Malang juga dipercaya oleh KBRI Kairo untuk mengembangkan BIPA Al-Azhar. Keuletan dan optimisme para pengajar BIPA UIN Malang berhasil meyakinkan KBRI Kairo untuk mengembangkan program studi Bahasa Indonesia di Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar Kairo bersama dengan UGM dan UMS. Dengan ini, nama UIN Malang diharapkan dapat semakin eksis di skala internasonal.
Reporter: Fatimatuz Zahro



