GEMA-PT. Bank BRI melalui delegasinya mengajak para dosen dan karyawan di lingkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang untuk mempersiapkan masa tua atau masa pensiunnya. Jumat (21/6). Melalui dua produk teranyarnya yaitu Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BRI, dan kriditan lunak.
Salah satu perwakilan BRI, Dela menjelaskan bahwa mempersiapkan masa pensiun harus dilakukan sejak masa produktif yaitu mulai saat ini hingga umur 60 tahun. Pasalnya, setiap orang yang pensiun tentu tidak akan bisa lepas dari persoalan jaminan kesehatan, intraksi sosial, dan gaya hidup. "Hasil penelitian menemukan bahwa 85 persen penduduk Indonesia belum siap pensiun," paparnya.
Untuk itu, kata dia, perlu adanya perencanaan masa depan untuk bisa memiliki investasi yang jelas. OJK menegaskan bahwa setiap pekerja yang berpenghasilan cukup hendaknya harus memilki strategi keuangan yang smart. Sehingga, saat memasuki masa pensiun sudah tidak kebingungan lagi. "Investasi itu bagus buat masa depan," terangnya.
Sementara itu, Kepala Biro AUPK Mahfudh Shodar menyambut baik niat Bank BRI tersebut, dalam sambutannya Mahfudh menjelaskan bahwa adanya investasi untuk menghadapi pensiun itu sangat bagus agar bisa disiapkan mulai saat ini.
Sehingga, setiap kariawan harus menyiapkan masa pensiunnya sejak dini. "Jika kita siapkan masa pensiun, insyalalah dalam menghadapi masa tua sudah tidak kaget lagi," pungkasnya.



