GEMA-Pada Kamis (27/6), gedung Rektorat UIN Malang tampak lebih ramai daripada biasanya. Hal ini disebabkan oleh adanya seminar tahunan yang digelar di sini. Puluhan akademisi dari berbagai kampus ternama di Indonesia terlihat memenuhi aula yang terletak di lantai 5.
Seminar lokakarya bertajuk Annual Conference on Islamic Education ini telah memasuki tahun keempatnya. Sebelum terpilihnya UIN Malang, kota Jakarta, Bandung dan Aceh sudah sempat menjadi tuan rumah. Diikuti oleh seluruh ketua dan sekretaris jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), seminar ini berhasil menjadi wadah diskusi dan silaturahmi akademisi dari kampus negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.
Sulis, salah satu dosen PAI UIN Malang yang turut menjadi panitia seminar, mengungkapkan bahwa peserta yang mengikuti seminar ini mencapai kurang lebih 109 orang. Ia juga menuturkan bahwa seminar dan konferensi yang digelar di Gedung Rektorat ini hanya sebagian dari rangkaian acara yang sejatinya dimulai sejak Rabu (26/6) di Hotel Radho Sengkaling.
“Acaranya kemarin di hotel, pembukaan. Nanti setelah selesai jam 12, peserta kembali lagi ke hotel. Besok baru ada acara penutupan,” jelas Sulis.
Tidak hanya melibatkan akademisi, seminar juga melibatkan mahasiswa UIN Malang jurusan Pendidikan Agama Islam yang diwajibkan datang. Dalam seminar, para pembicara akan membahas inovasi-inovasi pengajaran yang berguna untuk industri digital yang sedang berkembang. Karenanya, acara ini dirasa tidak hanya berguna untuk menambah wawasan dosen, tetapi juga calon tenaga pendidik agama Islam.
Di samping itu, keputusan untuk tuan rumah seminar berikutnya masih belum diketahui. “Untuk yang kelima masih belum tahu, nanti akan ada rapat pleno untuk menentukan di mana seminar yang kelima,” ungkap salah satu panitia yang enggan disebut namanya.
Reporetr: Fatimatuz Zahro



