“Jadi, ada yang untuk (melatih) dasar-dasarnya, terus yang pelatih kedua (untuk) pendalamannya,” jelas Saiful Hikmah, koordinator cabang lomba catur yang juga merupakan pengurus PERCASI Kota Malang, saat diwawancara pada Senin (24/6).
Walaupun sudah dimulai sejak sebelum liburan semester, latihan lomba catur dibuat lebih intensif lagi sejak jadwal Training Center (TC) diluncurkan. Untuk lomba ini, jadwal latihan dimulai pada jam 8.30 pagi hingga siang hari. Meski dirasa cukup lama, para atlet dan koordinator merasa latihan ini kurang maksimal. Hal ini dikarenakan target dan rancangan latihan baru matang belakangan. Namun, mengingat kemampuan dan antusiasme peserta, hal tersebut tidak mengurangi optimisme tim catur untuk merebut medali emas di PIONIR IX.
Berkaitan dengan pengalaman peserta, Saiful mengungkapkan bahwa kontingen yang terpilih sudah melalui pemanasan dengan mengikuti lomba di berbagai lomba catur terbuka. Di samping itu, sang pelatih, Iqra’, MN.PNP menyatakan ada beberapa atlet catur UIN Malang yang sempat bersinar di turnamen terbuka. Pengalaman tersebut menjadi senjata kuat untuk memenangkan turnamen antar PTKIN ini. Selain itu, kemampuan para peserta yang merata juga menjadi keunggulan tersendiri bagi tim catur ini.
“Kemampuan kita itu tidak terlalu menonjol, tapi merata. Nah, kalau untuk beregu, itu bisa diandalkan. Nah, (kontingen kampus) yang lain itu, anggaplah mereka punya satu pemain andalan, tapi dua, tiga, dan empatnya itu belum tentu mampu. Keunggulan kita itu karena merata itu,” ungkap Saiful. Ia pun melanjutkan bahwa kekompakan para atlet juga sangat bagus dalam berbagai turnamen.
Cabang lomba catur PIONIR IX akan diadakan pada 16-19 Juli 2019 dengan 7 babak di setiap kategorinya. Lomba ini juga akan melibatkan wasit bersertifikat dari PERCASI Kota Malang. Setelah melalui berbagai perundingan, cabang catur ditetapkan bertempat di Gedung Rektorat lantai 5.
Reporter: Fatimatuz Zahro
Fakultas Humaniora



