GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) kembali mengadakan Bimbingan Teknik (Bimtek), berlokasi di Rumah Singgah Lt 3. Kampus dua Pascasarjana. Bimtek kali ini mengundang Kepala Bagian Organisasi Biro Ortala Kemenag, Luqman Hakim, S.Ag.,M.Pd. Senin (29/7).
Acara ini berlangsung selama sehari yang dimulai dari pukul 08.30 sampai 16.00 WIB. Penyampaian materi terdiri dari Peta Jabatan, Analisis Jabatan dan Analisis Beban Jabatan. Norma Yunita, S.E, salah satu peserta Bimtek mengatakan bahwa acara ini untuk menambah jabatan yang ada sekarang. “Sekarang kan banyak jabatan yang ada, tetapi posisinya tidak sesuai, jadi adanya pengembangan analisa kerja untuk menyesuaikan posisi di masing-masing satker,” terang wanita berkacamata itu.
Luqman Hakim mendefinisikan peta jabatan dengan singkat. Peta jabatan itu terdiri dari jabatan struktural dan jabatan pelaksanaan yang tergambar dalam struktur organisasi dari jabatan terendah sampai tertinggi. “Jika jabatan tidak sesuai maka sangat sulit mengukur parameternya,” jelas pria berkacamata itu.
Pria yang suka memakai baju putih juga menyarankan siklus desain organisasi yang terdiri dari renstra Kementrian Agama (Kemenag) dan penataan Sumber Daya Manusia. “Setelah tahun 2019 berakhir, maka kita harus menyusun renstra baru untuk 2020 sampai 2024,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa jabatan yang kurang fungsional hendaknya harus dirampingkan sesuai dengan hasil anjab. “Jadi jabatan yang kurang berkontribusi maksimal lebih baik dirampingkan,” tegasnya.
Luqman juga menjelaskan manfaat dari dilakukannya proses peta jabatan ini. Fungsinya untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pegawai di masing-masing unit tersebut. Selain itu juga bisa dijadikan sebagai kartu kendali dalam rotasi dan mutasi pegawai. “Selain itu dapat dijadikan sebagai bahan perencanaan kebutuhan dan redistribusi pegawai. Serta menggambarkan ketersediaan dan jumlah kebutuhan PNS untuk satuan jenjang jabatan di setiap instansi atau perusahaan,” jelasnya
Reporter: Asrita
Fotografer: Putut.



