GEMA-Menjelang diadakannya PIONIR IX Minggu depan, para kontingen perwakilan UIN Malang kini tengah gencar melaksanakan persiapan. Salah satu cabang lomba yang telah memasuki bulan ketiga persiapannya adalah cabang debat konstitusi. Seperti yang diungkapkan oleh Hikam Hulwanullah, satu dari tiga peserta lomba, persiapan telah dimulai sejak bulan Mei lalu.
Sejak bulan April, para koordinator telah memulai seleksi terbuka. Dari seleksi ini, lahirlah tiga kontingen yang berasal dari jurusan Hukum Keluarga Islam dan Hukum Tata Negara. Ketiganya sudah pernah mengikuti beberapa lomba debat konstitusi di luar Malang. Salah satu peserta bahkan sudah pernah turun dalam lomba debat konstitusi nasional yang diadakan oleh Mahkamah Konstitusi.
Menurut Hikam, ada dua tujuan yang ingin dicapai melalui keikutsertaan mereka di PIONIR IX, yakni untuk menambah pengalaman dan meraih medali emas. Mahasiswa semester tujuh ini juga menjelaskan bahwa dua target tersebut mendasari formasi tim yang terbentuk saat ini.
“Sebenarnya saya sudah senior sekali. Biasanya yang turun lomba bukan saya lagi, tapi sama fakultas masih ditunjuk untuk target itu,” pungkasnya saat diwawancara pada Senin (1/7).
Tujuan untuk belajar adalah niat utama bagi keikutsertaan dua peserta lain yang masih semester tiga. Meski terbilang muda, keduanya sudah pernah memenangkan juara di lomba sebelumnya sebagai perwakilan LADEC (Law Debate Community) Fakultas Syariah. Dengan mengikuti PIONIR, Hikam berharap adik-adik tingkatnya itu bisa belajar lebih banyak mengenai alur debat kampus lain yang bisa saja berbeda.
“Kalau misalnya maba-maba seperti ini, itu mereka belum bisa tujuannya pemenangan itu, alhamdulillah kalau dapat. Tapi, tujuan pertama itu pembelajaran. Tapi mereka kemarin sudah saya bawa ke IAIN Ponorogo dan berhasil dapat juara dua,” jelas Hikam.



