GEMA-Dari 19 pendaftar Lomba Desain Busana Islami untuk Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9, dipilih 10 finalis yang berhak mempresentasikan karyanya di Ruang Sidang Student Center Lt. 1, Selasa (16/7). Tim juri melihat dari sisi orisinalitas busana, perpaduan warna, serta aplikasi gambar pada busana yang telah jadi.
Kesepuluh finalis menonjolkan ciri khas daerahnya masing-masing. Terlihat dari pemilihan kain, model pakaian, hingga aksesoris pelengkap. Ciri khas tersebut dipadupadankan dengan nuansa modern agar tetap terlihat uptodate dan nyaman dikenakan.
Nanang Inoransyah, salah satu juri, menyatakan lomba mendesain harus karya asli, bukan mencontoh. Jika ada peserta yang memang suka dengan karya seorang desainer, hendaknya itu cuma sebagai panutan. “Setiap desainer pasti memiliki karakteristik dan penjiwaan yang berbeda yang tertuang dalam karyanya,” jelas Nanang. Kesepuluh finalis akan mempertontonkan karyanya pada babak final di Lippo Plaza Kota Batu, Jumat (19/7).
Reporter: Sofi Alawiyah A.



