GEMA-Demi menjaga netralitas tim juri Debat Konstitusi saat menilai para peserta di Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9, penanggung jawab lomba memberlakukan aturan baru. Yakni tidak diperbolehkan mengenakan atribut kampus berupa jas almamater dan lainnya, Rabu (17/7).
Irham Bashori, Penanggung Jawab Debat Konstitusi, meminta tiap tim untuk menggunakan nama grup dari tokoh terkenal. Seperti UIN syarif Hidayatullah Jakarta yang memakai nama Elza Syarief. Tak hanya untuk menjaga netralitas, tujuan pemberlakuan aturan tersebut ialah untuk meredakan jarak institusi. “Tidak ada lagi yang minder dengan status kampusnya. UIN, IAIN, dan STAIN semua sama,” jelasnya.
Total peserta yang bertanding kali ini berjumlah 114 berasal dari 38 kontingen. Mereka terdiri dari tiga debater dan didampingi oleh tim riset serta official. Namun, ketika perlombaan berlangsung yang boleh masuk ke dalam ruangan hanyalah peserta dan tim riset.
Pada Kamis (18/7), cabang Lomba Debat Konstitusi akan memasuki babak perempat final. Babak tersebut akan dilaksanakan di Gedung D, UIN Malang Jalan Sunan Muria. Dari 38 kontingen yang bertanding hari ini, diambil 12 kontingen untuk diadu kembali. Mereka akan terbagi menjadi 10 juara grup dan 2 runner-up terbaik. Untuk menentukan runner-up, juri akan menilai closing statement pertandingan pertama dan kedua. “Karena ada tim yang hanya bertanding sebanyak dua kali sehingga aspek keadilan tetap ada,” ujar Irham Bashori. (*/nd)
Reporter: Lexi Handi Nayana



