GEMA-Suasana Lomba Futsal Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9 memuncak, Kamis (18/7). Ketegangan tidak lagi hanya dirasakan pemain namun suporter, dan panitia lomba. Memasuki hari ketiga, perlombaan fokus pada perebutan posisi di babak final.
Tensi perlombaan memang mulai dirasakan panitia dan wasit dalam perlombaan sejak perebutan delapan besar. Namun suasana ini benar-benar memuncak dalam perebutan final. “Panitia meminta bantuan keamanan untuk tetap menjaga kestabilan dan kelancaran perlombaan,” papar Edi Setyo, penanggung jawab cabor Futsal.
Foul, kartu kuning, dan bahkan kartu merah beruntun dikeluarkan wasit selama pertandingan. Pertandingan berjalan dengan penjagaan ketat oleh tim panitia. Sampai akhirnya tim finalis terpilih untuk memperebutkan juara dari 38 tim terdaftar.
Adapun tim finalis ialah UIN Jakarta melawan UIN Riau untuk penentuan juara pertama dan kedua, sedangkan juara ketiga akan diperebutkan oleh UIN Surabaya dan UIN Palu.
“Gelar juara sudah di depan mata, tinggal memfokuskan pemain untuk pertandingan esok hari,” tegas Syaiful, pelatih tim UIN Jakarta. “Tidak ada lagi kata kalah karena final sudah kami dapatkan,” tambahnya.
Persiapan dan kesiapan dari tim lawan UIN Riau juga tidak kalah. “Kami selalu berpegang pada prinsip untuk tidak meremehkan lawan,” ucap Hadi Saputra, pelatih tim UIN Riau. Menjadi peraih medali emas menjadi harapan besar tim UIN Riau karena pernah dikalahkan dalam ajang PIONIR ke-8 di Aceh dalam final oleh UIN Makassar. (ofi/nd)
Reporter: Achmad Basofi



