GEMA-Ketua Taekwondo Kota Malang Bambang Kalijogo menyatakan keterkejutannya setelah melihat minimnya jumlah atlet yang mengikuti Lomba Cabang Olahraga Taekwondo. Pasalnya, lomba ini ada dalam ranah nasional sekelas Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9. Pernyataan itu ia sampaikan saat membuka perlombaan yang berlangsung di MAN 1 Kota Malang, Kamis (19/7). “Saya kaget dengan jumlah ini, bahkan perlombaan tingkat kota jauh lebih banyak,” tuturnya.
Tercatat, ada 16 peserta mahasiswa dan 17 mahasiswi yang mendaftar di cabor ini. Novarli, Pelatih Taekwondo Kontingen UIN Sunan Ampel Surabaya juga memiliki kesan yang sama. Namun ia memaklumi. Pasalnya, dari 58 PTKIN se-Indonesia, hanya beberapa saja yang memiliki UKM Taekwondo. “Jadi hanya sedikit kampus yang mendapat undangan untuk berpartisipasi di PIONIR,” jelasnya.
Dengan jumlah peserta yg relatif minim ini pihak panitia langsung menjaring peserta untuk maju ke final. Masing-masing kategori, baik putra maupun putri diambil delapan peserta saja untuk melaju ke laga final pada Jumat (20/7).
Reporter: Hamdi Rabbani



