GEMA-Segenap pimpinan UIN Malang, mulai dari rektorat, dekan, dan perwakilan unit di universitas menghadiri undangan Sutiaji Walikota Malang. Bertempat di Gazebo Balai Kota Malang, jamuan makan malam bersama para rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia tersebut sekaligus untuk merayakan Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni dan Riset (PIONIR) ke-9, Kamis (18/7)
Pada kesempatan itu, Sutiaji mengucapkan permohonan maaf atas ketidakhadirannya pada momen pembukaan PIONIR di Lapangan Utama UIN Malang (15/7). Pasalnya, ada hal yang sama-sama penting, hingga Sutiaji pun berbagi tugas dengan Sofyan Edi Jarwoko, Wakil Walikota Malang.
Ia menjelaskan, saat itu bersamaan dengan undangan dari Kedutaan Negeri Cina di Surabaya. Itu pun akhirnya diwakilkan. Sutiaji sendiri harus presentasi seminar nasional berkaitan dengan RUU Ekonomi Kreatif. Dia harus bersanding dengan Menteri Perdagangan dan Menteri Perekonomian. Seminar itu membicarakan tentang ekonomi kreatif yang saat ini telah mendunia dan memasuki revolusi industri yang semakin modern.
Selanjutnya, Bapak asal Lamongan ini berterima kasih atas terselenggaranya PIONIR ke-9 di UIN Malang. Dia tidak merasa keberatan apabila acara akbar semacam itu makin sering diselenggarakan di Malang. “Ini secara tidak langsung membawa nama baik Kota Malang agar lebih cepat dikenal oleh warga daerah lain,” imbuhnya.
Di akhir sambutannya, Sutiaji meminta doa restu kepada para tamu yang hadir dan dukungan agar nanti Kota Malang bisa masuk dalam 44 nominasi TOP Inovasi di Indonesia. Sebelumnya Malang telah mengalahkan 3.250 inovator lalu masuk dalam 99 nominasi. “Mudah-mudahan dari 99 ini bisa masuk nominasi lagi ke 44,” harap walikota berkacamata ini. (ptt/nd)



