GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut meramaikan acara East Java Exploration (EJx) 2019 dengan diskusi gender dan radikalisme. Kegiatan internasional ini dibuka langsung Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. M. Zainuddin, MA. Acara ini merupakan hasil kerjasama antara 5 universitas Australia Barat dan 10 universitas di Indonesia melalui Western Australia-East Java University Consortium.
Diskusi tersebut diisi oleh pakar-pakar ahli, seperti Dr. Hj. Istiadah, M.A. dan Ulfah Muhayani, MPP yang merupakan ahli gender dan Dr. Sudirman, M.A yang ahli mengulas terorisme dan radikalisme. Melalui acara ini, gender dan radikalisme dalam Islam diharapkan dapat lebih dipahami secara mendalam.
Tak hanya belajar gender dan radikalisme, para peserta EJx juga diajak untuk mengenal budaya Jawa Timur secara langsung. Salah satunya adalah dengan menampilkan Tari Topeng khas Malang dan mengajak peserta mempraktekkan tari tradisional tersebut. Hal ini tentu dimaksudkan agar ada akulturasi budaya yang terbentuk.
“Selain belajar subjek (gender dan radikalisme). Mereka juga belajar budaya. (Materi) budaya itu kita setting mulai dari penampilan budaya khas masing-masing daerah. Di Malang, ada Tari Topeng yang (sudah ditampilkan) tadi itu,” jelas Wakil Rektor Bidang Kerjasama UIN Malang, Dr. H. Uril Bahruddin, M.A.
Tak hanya mengenalkan dengan seni khas Malang, UIN Malang juga hendak mengenalkan makanan-makanan khas. Di akhir acara, para mahasiswa asing juga akan dibawa berkeliling Kota Malang.
Program East Java Exploration akan berakhir pada 10 Juli 2019. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung kerjasama pemerintah Jawa Timur dan Australia Barat di bidang eksplorasi pendidikan.
Reporter: Fatimatuz Zahro



