BELAJAR DARI PAK SUPENO, 33 TAHUN MENJADI “HERO”
Abadi Wijaya Senin, 16 September 2019 . in Berita . 889 views
2397_supeno-1.jpg


GEMA-Meski usianya telah menginjak kepala lima, semangatnya seolah tak pernah menua. Namanya Pak Supeno, satu-satunya petugas yang akan ditemui saat masuk ke ruang ATK UIN Malang.
Di ruang kerja berukuran 4x6 m yang sekaligus menjadi gudang penyimpanan ATK itu, Pak Supeno menampung peluhnya dari pagi hingga petang. Hanya kotak-kotak kardus, rak-rak tinggi dan satu unit PC standar yang menjadi kawannya.
Saat tim GEMA mengajak ngobrol soal kesibukannya, ia menceritakan suka dukanya bekerja pada kampus selama 33 tahun. Selama itu pula Pak Supeno menjadi pahlawan bagi keberlangsungan layanan administrasi bagi kampus dan civitas akademika UIN Malang.
Bermula sejak tahun 1986, Pak Supeno sudah mengabdikan dirinya pada UIN Maliki Malang. Mulai bekerja di Bagian kebersihan selama 16 tahun, Tata Usaha sekitar lima tahun, kemudian lanjut di BAK selama 10 tahun dan berakhir di ATK sampai hari ini. Meski saat ini bekerja sendirian, Pak Supeno mengaku tidak keberatan.
“Seminggu dua minggu (pertama) sempat stress, tapi sekarang sudah tidak. Insya Allah setelah dirolling ke sini satu bulan sudah adaptasi. Suka duka pasti ada. Intinya pekerjaan di manapun tetap disyukuri. Intinya itu saja,” akunya saat diwawancara pada Senin (16/9).

2398_supeno-2.jpg


Di samping itu, ayah 3 anak ini mengaku dapat melaksanakan pekerjaan dengan santai. Itulah yang membuatnya kerasan ada di bagian ATK. Namun, tugas seperti mendata dan menghapal barang kadang kali membuatnya sangat lelah, tapi ia tetap berhasil mengatasinya.
Tak hanya menjadi hero di kampus, Pak Supeno rupanya juga banyak membantu warga di kampunya. Tak heran, ia merupakan warga yang eksis di sana. Saat ini, ia tengah menjabat sebagai ketua RT. Selain itu, ia beberapa kali nukang kayu. Menurutnya, hal ini membantu untuk menyegarkan otot setelah bekerja.
“Tadi pagi sebelum berangkat (kerja) saya juga memperbaiki cangkul untuk investasi kematian. Saya dimintai tolong tadi. Kadang-kadang juga bantu warga,” ungkapnya.
Meski sempat break sejenak karena kehilangan istri pada Maret lalu, Pak Supeno kini telah kembali fokus bekerja, menjadi pahlawan untuk dua anak yang masih seatap bersama. Ia juga mengaku bahwa interaksi di dunia kerja dapat membantunya bangkit setelah kehilangan teman terbaiknya. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah perjalanan Bapak Supeno.

Reporter: Zahra

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up