GEMA-Materi Peningkatan Kualitas Pengelola Jurnal dilanjutkan dari Noor Malihah Managing Editor Jurnal Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS). Materi diawali dengan cerita tentang pengalamannya submit di Scopus beberapa tahun yang lalu. Menariknya, submit awal yang dilakukannya gagal, bahkan oleh pihak Scopus diembargo selama lima tahun. Yang berarti selama lima tahun ke depannya tidak dapat melakukan submit untuk jurnal yang sama.
“Kalau UIN sudah pernah submit dan diembargi hanya 6 bulan maka itu kesalahannya ringan,” jelas ibu yang mengaku sebagai Tukang Pos IJIMS ini. Dalam setiap notifikasinya, Scopus selalu memberikan informasi tentang kesalahan ataupun hal lain yang perlu diperbaiki. Menurut pengalamannya, embargo dalam hitungan bulan itu berarti tidak begitu berat kesalahan atau kekurangannya. Sehingga Journal of Islamic Architecture (JIA) memiliki peluang yang besar untuk dapat terindeks Scopus.
Salah satu syarat yang harus dilengkapi saat submit Scopus adalah dengan mengumpulkan 10 naskah jurnal pilihan. “Pada saat inilah diperlukan kebijaksanaan dari pengelola jurnal, untuk memilih 10 naskah unggul yang mewakili jurnal,” terang wanita yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Salatiga ini. Sehingga dalam proses ini perlu dilakukan dengan cermat dan tepat agar naskah yang kemudian dipilih dan dikirim ke Scopus merupakan representasi dari jurnal terkait. (nhl)



