GEMA-Saat ini, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang terus berupaya mendorong para akademisinya, khususnya dosen yang sudah bergelar doktor untuk meningkatkan publikasi penelitiannya, utamanya publikasi di jurnal internasional.
Melalui program percepatan guru besar tahap dua yang di lakukan di hotel Swiss-Bellin Kota Malang selama dua hari semua peserta yang berjumlah 20 orang di coaching langsung oleh Prof. Dr. Jayakaran Mukundan asal Malaysia, Sabtu (21/9).
Adapun calon guru besar yang masuk program percepatan yang sudah memenuhi kriteria dan persyaratan yang berlaku.
Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. M. Zainuddin, MA menjelaskan bahwa Coaching klinik ini kali keduanya dilakukan setelah dari Yogyakarta Agustus lalu. Tahap kedua ini diharapkan semua peserta bisa menyelesaikan semua artikel ilmiahnya hingga terindex di jurnal internasional. "Prof. Jaya tetap kami minta untuk mentelaah hasil tulisan para calon guru besar hingga tuntas," terangnya.
Pasalnya, untuk menjadi profesor atau guru besar dibutuhkan capaian angka kridit 850 poin untuk meraih gelar tertinggi tersebut. Angka kridit tersebut diperoleh dari tri darma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. "Semoga melalui program percepatan ini bisa membantu melancarkan proses pemenuhan kridit poin dan tahun 2020 semua tulisannya sudah terindek di jurnal internasional," harapnya.
Sementara itu, Prof. Jaya meminta agar semua peserta bisa diajak kerjasama dengan baik, sehingga proses indexing ini tidak memakan waktu yang cukup lama. Kuncinya, semua peserta harus fast respon terhadap apapun masukan yang diberikan oleh para mentornya. "Apapun kekurangannya harus segera diperbaiki sesuai dengan arahan dari mentornya masing-masing," tegasnya kepada seluruh peserta coaching klinik artikel publikasi ilmiah bereputasi.
Reporter: Ajay
Fotografer: Ajay



