GEMA-Kerjasama UIN Malang dengan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir tampak semakin erat. Pasalnya, setelah beberapa tahun mengerahkan tenaga pengajar Bahasa Indonesia di Kairo, saat ini pembukaan prodi Bahasa Indonesia di Al-Azhar tengah diancangkan.
Tak hanya sendiri, UIN Malang juga bekerja bersama dengan Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Surakarta, BELMAWA Kemenristekdikti, Kemenlu, Kemenag, serta PPSDK Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan.
“Untuk merealisasikan program ini, diselenggarakanlah FGD di UGM pada Februari 2019. Dari sini, (kami) berhasil membentuk konsorsium pendiri prodi Bahasa Indonesia pada Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar. Ini terdiri dari perwakilan UGM, UIN Malang dan UMS,” ungkap ketua BIPA UIN Malang Dr. Dewi Hamidah.
Tak berhenti di situ, FGD kembali diadakan di UIN Malang pada Mei 2019. Kali ini, pertemuan ditujukan untuk menyiapkan kurikulum pembelajaran Bahasa Indonesia untuk FBT UA. Pertemuan tersebut dilanjutkan dengan FGD ketiga pada Juni 2019 untuk membahas silabus dan bahan ajar.
Rupanya, perencanaan pembukaan prodi Bahasa Indonesia ini disepakati dengan membuka mata kuliah terlebih dahulu. “Jika ternyata mahasiswa yang mengambil bahasa Indonesia itu banyak, ada jaminan akan adanya pengiriman dosen dari Indonesia setiap tahun. Setidaknya empat tahun ke depan sudah bisa buka Prodi,” lanjut Hamidah.
Reporter: Zahra



