GEMA-Dilaksanakan pada hari terakhir Festival Budaya, Jum’at (1/11), Simposium Kebhinekaan berhasil meramaikan Aula Rektorat UIN Malang dengan ratusan audiens. Acara tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Malang, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag.
Dalam sambutannya, Gus Is memberikan apresiasi pada Senat Fakultas Humaniora untuk acara yang menguatkan kebhinekaan ini. “Kami berikan apresiasi yang luar biasa kepada Senat Mahasiswa Fakultas Humaniora. Dan kami harapkan kegiatan ini senantiasa melembaga,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Gus Is juga menegaskan tentang kampus UIN Malang yang telah menjadi kampus multikultural. Hal tersebut tampak jelas dengan adanya berbagai mahasiswa dari daerah dalam negeri dan luar negeri yang berbeda-beda.
Untuk menangani hal ini, kata Gus Is, UIN Malang telah memiliki dua masjid dengan bahasa khutbah Jum’at yang berbeda. Satu dengan bahasa Indonesia, sedang yang lain berbahasa Arab dan Inggris.
Gus Is juga mengungkap adanya beragam madzhab yang diafiliasikan oleh mahasiswa UIN Malang. “Madzhabnya sudah tidak lagi madzhab empat, tapi sudah madzhab lima. Jadi ada yang berafiliasi pada madzhab Syafi’i, Maliki, Hanafi, Hambali, sampai pada madzhab Syi’i.
Adapun acara Festival Budaya akan berakhir pada Jum’at malam (1/11) nanti dengan penampilan Didi Kempot dalam Intimate Ambyar Concert.
Reporter: Zahra



