GEMA-Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universits Islam negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Muhtadi Ridwan, kembali mengajak duduk bersama seluruh pemegang kebijakan di kampus ulul albab. Kegiatan yang diberi nama Rapat Tinjauam Manajemen (RTM) kali ini diikuti 154 peserta yang terdiri dari Rektor, Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan, Wakil dekan, Kepala Bagian, LP2M, LPM, UPT, dan Ketua Program Studi, Senin (25/11).
RTM digelar di Golden Tulip Holland Resort Komplek Panderman Hills, Kota Batu, dengan tajuk “Penguatan Outcome Based Education (OBE) atau pendidikan berbasis capaian pembelajaran di Era Industri 4.0”.
Acara ini difokuskan pada 7 persoalan, yaitu merivew temuan hasil audit yang meliputi temuan audit mutu internal (AMI), dan Audit mutu eksternal (AME) Iso 9001:2015, umpan balik stakeholder terhadap layanan akademik, capaian sasaran mutu dan program kerja, tindakan pencegahan dan koreksi, tidak lanjut tinjauan manajemen, serta saran dan masukan untuk perbaikan system managemen mutu unit kinerja.
Muhtadi dalam sambutannya menegaskan bahwa tujuan utama RTM ini untuk melakukan pembahasan hasil evaluasi dan umpan balik terhadap stakeholder yang dalam hal ini mahasiswa UIN Maliki Malang, serta melakukan perbaikan terhadp hasil temuan audit yang sudah dilakukan. Selain itu juga untuk melakukan pengendalian mutu atas implementasi system manajemen mutu di UIN Maliki. “Untuk itu, semua pimpinan harus hadir dan duduk Bersama untuk memberikan soulsi perbaikan terhadap hasil audit,” paparnya
Sementara itu, OBE sendiri saat ini mengacu pada 9 kriteria yang diatur oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) maupun AUN QA. Pasca akreditasi semua meminta progress report bentuk layanan yang diberikan oleh perguruan tinggi kepada stake holdernya. Baik di sector administrasi maupun akademik secara berkala.
Hal ini, kata mantan dekan fakultas ekonomi itu dibutuhkan kesadaran dari masing-masing fakultas, Lembaga, maupun unit yang ada di lingkungan UIN Maliki Malang.
Muhtadi juga menghimbau kepada seluruh peserta bahwa RTM ini jangan dipahami hanya sebagai acara seremonial saja. RTM ini kedudukannya sangat penting untuk melakukan evaluasi diri dari hasil temuan yang sudah dilakukan. Temuan itu, kata dia tidak hanya untuk dicatat saja, melainkan harus ditindak lanjuti agar permasalahan yang ada tidak menjadi PR tahunan. “Selama tiga hari semua pimpinan harus serius untuk melakukan evaluasi dan mencari solusi atas persoalan yang di hadapi UIN Maliki ini,” tegasnya.



