SIKAPI RADIKALISME, BEGINI SOLUSI MENAG RI JENDERAL TNI (PURN) FACHRUL RAZI
Abadi Wijaya Kamis, 21 November 2019 . in Berita . 1060 views
2540_menag-1.jpg
TEGAS: Menag Jenderal TNI (Purn.) Fachrul Razi saat menyampaikan materi radikalisme dalam kuliah tamunya di UIN Maliki Malang.

GEMA-Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Jenderal TNI (Purn.) Fachrul Razi berkunjung ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kedatangan orang nomor satu di Kementrian Agama ini disambut hangat oleh pimpinan dan sivitas skademika UIN Malang, Kamis (21/11).
Turut hadir tokoh akademisi, Kiai, Rektor PTKIN Jatim, dan para pejabat penting mulai dari Polda, TNI, Kanwil Kemenag Jatim, PWNU Jatim, Wali Kota, Bupati, Forkopinda kota Malang sampai wilayah Batu.
Bukan semata silaturahmi biasa, Menag RI ke kampus yang berlogo Ulul Albab ini juga ada agenda khusus, yakni memberikan kuliah tamu dengan tajuk Meneguhkan Nilai-Nilai Agama dan Kebangsaan dalam Menangkal Radikalisme Menuju Indonesia Maju. Acara yang dimulai tepat pukul 10.30 WIB itu berlangsung hikmat di Aula Gedung Rektorat Lt.5.
Dalam kuliah tamunya Fachrul Razi kembali menegaskan bahwa sikap atau tindakan yang perlu dilakukan sekarang ini dalam menangkal radikalisme di Indonesia dengan keaneka ragaman budaya dan suku serta agamanya harus dipahami secara utuh, diantaranya melalui peningkatan mutu di bidang pendidikan dan wawasan ilmu agama secara komprehensif. “Khususnya, persoalan pemahaman pkeagamaan yang benar di negara yang majemuk ini,” terangnya. 

Selain itu persoalan ormas aliran garis keras yang mengatasnamakan agama yang dinilainya paling benar sendiri juga turut memicu munculnya radikalisme, sehingga agama yang tidak 'sepemahaman' dengannya dianggap salah dan tidak moderat. “Semua agama itu sudah moderasi, namun yang perlu diperhatikan adalah organisasi yang salah dalam bermoderasi,” jelas Jenderal TNI (Purn) Lulusan Akademi Militer 1970 ini.

2541_puisi.jpg


Sehingga, tambah Menag, tidak ada yang merasa agamanya paling benar dan yang lainnya dianggap salah, pasalnya hal tersebut akan menimbulkan intoleransi dan akibatnya akan mengganggu kesetabilan kehidupan pluralisme di negara tercinta ini. “Hal ini bisa terjadi tidak hanya dalam satu agama tetapi bisa terjadi juga karena intoleransi antar agama lain,” tegasnya.
Solusinya, Fachrul Razi mengajak semua elemen bangsa ini memahami internalisasi empat pilar kebangsaan negara Indonesia, yakni mengamalkan Pancasila, mematuhi UUD’45, menjaga NKRI dan mewujudkan Bhineka Tunggal Ika. “Empat pilar itu jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari segala hal yang berpaham radikalisme insyaallah bisa dicegah,” pungkasnya. (ptt)

 

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up