TAHUN BARU, PROFESOR BARU
Abadi Wijaya Rabu, 8 Januari 2020 . in Berita . 1692 views
2587_pengukuhan.jpg
DIKUKUHKAN: Profesor Dr. M. Zainuddin, MA (kiri) mendapat ucapan selamat dari Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag


GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengawali tahun baru dengan melantik seorang profesor, Rabu (8/1). Bertempat di Aula Gedung Rektorat Lt.5. kali ini Prof. Dr. M. Zainuddin, MA dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Sosiologi Agama, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.
Dalam pidato ilmiahnya Prof. Zainuddin menyampaikan dinamika pluralitas agama dan sistem demokrasi yang ada di Indonesia. Ia melihat pluralisme menjadi fenomena yang tidak bisa lepas dari kehidupan sosial karena terkait etnis, suku, dan budaya. "Oleh sebab itu, masing-masing pemeluk agama perlu menyikapinya dengan arif dan bijak agar tidak terjadi konflik yang berkepanjangan," paparnya dalam orasi ilmiah guru besarnya.
Saat ini, pengaruh ideologi yang disebabkan dari media sosial di era digital atau industri 4.0 ini juga harus disikapi dengan cermat. Pasalnya, pergerakan informasi, paham dan aliran radikal dan intoleran di media sosial sangat masif. Persoalan ini mendesak untuk disikapi agar pluralitas dan demokrasi NKRI di Indonesia tetap terjaga. "Paham keagamaan yang intoleran ingin mengganti NKRI menjadi Negara Islam Indonesia (NII)," ujarnya.
Pada pemaparan yang disampaikan mengenai pluralitas agama, suami dari Dra. Sophia ini menegaskan bahwa pergerakan paham keagamaan dan pluralisme menjadi tantangan tersendiri bagi demokrasi di Indonesia. "Dalam konteks demokrasi, agama memiliki tantangan yang sangat berat menyangkut komitmen dan moralitas," jelasnya.
Untuk itu, kata dia, pemerintah harus hadir di tengah masyarakat untuk memperhatikan aspirasi masyarakat yang terus berkembang. Selain itu juga harus proaktif mendorong terwujudnya toleransi beragama. "Secara simultan pemerintah harus menegakkan hukum keadilan dan demokrasi demi tercapainya masyarakat yang harmonis," pungkasnya.
Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag menyampaikan bahwa Prof. Zainuddin merupakan orang yang sangat tekun dalam menulis, baik buku mapun jurnal. "Sejak menjadi dosen di Unisma, beliau sering saya ajak berdiskusi," kenangnya.
Guru besar, kata Prof. Haris, merupakan jabatan tertinggi di bidang akademis dan diharapkan semua dosen yang sudah doktor di UIN Malang ini segera mengejar untuk mencapai puncak karirnya. Setidaknya 20 persen dari jumlah dosen di UIN Maliki Malang diharapkan bisa menuju guru besar. "Alhamdulillah, saat ini UIN Malang telah memiliki 14 guru besar," jelasnya.
Sementara total nama calon guru besar yang diajukan di tahun 2020 ini ada 10 nama. "Semoga tahun 2020 ini UIN Malang bisa mengukuhkan 10 guru besar lagi dan jika ini terwujud, maka UIN Malang akan memiliki 24 guru besar," harapnya. (aj/nd)

 

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up