GEMA-Inovasi tiada henti itulah yang dilakukan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) sampai saat ini. Kampus berlogo Ulul Albab di Kota Malang ini selalu berbenah diri seiring kemajuan zaman. Salah satu buktinya, UIN Maliki resmikan gedung Laktasi. Gedung tersebut berlokasi di sebelah selatan kantor Ma'had Putra Sunan Ampel Al'Ali.
Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Abd Haris,M.Ag meresmikan gedung Laktasi disaksikan oleh para wakil rektor, Kabiro, Kepala LP2M, para dekan serta Darma Wanita Persatuan ( DWP) UIN Malang, Jumat (24/1).
Prof. Haris menegaskan bahwa keberadan gedung Laktasi ini salah satunya untuk memberikan penghormatan kepada para Ibu yang menyusui, sehingga kebutuhan untuk memberikan ASI pada putra-putrinya bisa terpenuhi. Pasalnya memberikan penghormatan kepada para Ibu sudah menjadi anjuran dari Rasulullah. "Semoga keberadaan gedung Laktasi ini bisa membantu para ibu yang sedang menyusui," harapnya.
Hal senada juga dismpaikan Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Maliki Dr. Isti’adah, MA bahwa keberadaan gedung Laktasi itu sangat dibutuhkan, terutama bagi ibu yang sedang menyusui. Sehingga apabila ada siapa saja (busui-red) ketika berada di kampus UIN Maliki tidak perlu khawatir memenuhi kebutuhan asi buah hatinya.
Penggunaan gedung tersebut, kata dia, bisa digunakan pada saat jam istirahat atau di waktu tertentu tanpa mengganggu rutinitas lainnya. Isti’adah menjelaskan keberadaan gedung laktasi di UIN Maliki Malang tidak hanya satu, melainkan ada 11 dan itu jumlah terbanyak yang dimiliki oleh PTKIN se-Indonesia. Gedung Laktasi lainnya diwujudkan sebuah ruangan khusus berada di setiap fakultas dan juga unit-unit yang ada di universitas. “Untuk itu mari memanfaatkan fasilitas itu dengan sebaik-baiknya dan sebagaimana mestinya,” ajaknya.
“Sehingga dengan begitu pihak kampus mampu berupaya menghormati, menghargai hak para ibu dan anaknya serta ikut meningkatkan kesejahteraan para kaum hawa yang sedang menyusui,” tutupnya. (ptt)



