GEMA- Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan RI, Dr. Luky Alfirman,S.T.,M.A di kampus III Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan untuk Closing Pembiayaan Proyek SBSN dan Penandatanganan Prasasti Aset Surat Berharga Syariat Negara (SBSN), Kamis (5/3).
Luky dalam sambutannya menegaskan pentingnya untuk selalu menjaga amanah dari rakyat. Sejatinya pembangunan infrastruktur yang dilakukan harus sejalan dengan visi misi pemerintah Jokowi fase ke dua ini. Periode pertama pak presiden membenahi persoalan pembangunan infrastruktur secara besar-besaran. “Namun di periode ke dua ini pak presiden meminta untuk setiap instansi mulai pusat hingga desa meningkatkan mutu SDM nya,” paparnya.
Untuk itu, kata Luky, sebagai aparatur sipil negara harus menjaga amanah dari rakyat ini dengan sebaik mungkin. Misalnya persoalan pembanguna gedung yang megah dengan menggunakan dana APBN seperti ini harus dijaga sebaik mungkin. Jangan sampai setelah gedung dibangun dengan megah malah tidak terawat dan dibiarkan rusak begitu saja. “Hal ini tidak dibenarkan, dan tentunya akan menciderai amanah dari rakyat,” tegsanya.
Masih kata Luky, proyek pembangunan infrastrukturdi UIN Malang ini merupakan bentuk instrumen pembiayaan yang berdasarkan syariah, istilahnya SBSN. Sehingga ada tanggungjawab untuk merawat dan memanfaatkan dengan sebaik mungkin, bukan sekedar membangun tapi selanjutnya harus memikirkan juga keberlangsungannya. “Pihak yang bersangkutan punya anggungjawab lebih karena SDSN ini ada akad yang jelas,” jelasnya.
Acara slosing SBSN kali ini dihadiri langsung para wakil rektor, para dekan dan wakilnya, Ddrektur Pascasarjana beserta wakilnya pun turut menghadiri acara tersebut, para Kabiro, para ketua lembaga, dan ketua SPI.