GEMA-Dalam acara closing pembiayaan proyek SBSN dan penandatanganan prasasti aset Surat Berharga Syariat Negara (SBSN) oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan RI, Dr. Luky Alfirman,S.T.,M.A di kampus FKIK Precet Kota Batu mengajak seluruh pimpinan dan sivitas akademika UIN Maliki Malang yang hadir untuk menjaga aset negara. Kamis (5/3).
Luky sapaan akrab Luky Alfirman dalam pesannya menegaskan bahwa membangun gedung dengan sejumlah fasilitas yang lux tentunya bukan untuk ajang pamer atau hanya sekedar untuk dibuat ‘gaya’ semata. Dibalik fasilitas dari pemerintah ini tentunya mengemban banyak amanah yang harus di jalankan dengan sebaik mugkin. Apa lagi uang yang digunakan untuk membangun ini bersumber dari uang rakyat yang dikelolah oleh pemerintah. “Untuk itu saya tegaskan jangan sombong dan bangga dengan kemegahan infrastruktur bangunannya, yang terpenting UIN malang harus bisa memberikan yang terbaik untuk negara dan bangsa ini,” pintanya.
Pada umumnya, kata Luky banyak yang terjebak dengan bagusnya bangunan fisik saja dan kemudian mereka lupa untuk memeliharanya. “Sikap seperti ini yang tidak boleh!,” tegasnya.
Sehingga dipelukan sikap untuk saling menjaga dan memelihara fasilitas dan sarprasnya. Wujud dari pemeliharaan tidak harus berbasis pada alokasi anggaran melainkan juga dengan usaha membagun. "Untuk itu mari budayakan memelihara aset negara dengan sebaik mungkin," ajaknya.
Menjaga aset negara, bisa dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana, misalnya saja mencetak dan menyebarkan pamflet yang berisi menjaga kebersihan lingkungan, dan menyediakan tempat sampah, “Intinya bagaimana kita bisa mememilhara segala yang telah diberikan pemerintah kepada UIN Malang,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang AUPK II Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si mewakili Prof. Abd .Haris, M.Ag karena sedang berhalangan hadir menjelaskan bahwa UIN Malang memiliki karakter pilar keilmuan yang berbeda dengan PTKIN lainnya. UIN Malang memiliki ma'had sebagai dasar komitmen menjaga kualitas penddikan di UIN Malang, dengan adanya ma’had dikampus berlogo ulul albab ini diharapkan sivitas akademika tidak hanya menguasai ilmu umum melainkan ilmu agama juga dipelajari. “Harapan selanjutnya semoga Empat tahun lagi pembangunan gedung arrohim bisa terwujud di atas lahan kampus tiga yang berada di Kota Batu ini,” doanya mengakhiri sambutannya.



