GEMA-Hampir seluruh negara di belahan dunia sama-sama ‘memerangi’ suatu wabah penyakit global atau yang akrab di sebut pademi coronoa virus (Covid-19). Segala strategi pencegahan dilakukan oleh pemerintah khusunya di Indonesia sendiri. UIN Malang juga turut serta membantu pemerintah untuk menangani pencegahan Covid-19 dengan cara menciptakan salah satu alat dengan nama kabut anti virus atau (Kavi), selain itu juga dilakukan sosilaisasi soal pencegahan virus corona melalui program diskusi sambil berjemur dengan tajuk Manajemen Krisis, Kasus Covid 19, Jum'at (27/3).
Acara yang digelar sejak pukul 08.30 hingga pukul 10.00 WIB itu dihadiri langsung oleh empat nara sumber yaitu Prof. Dr. dr. Yuyun, SpRad, dr. Cristiyaji, SpEm dr. Malik, Prof. Dr. Suhartono, dan Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si. Acara ini dimoderatori langsung Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Abd. Haris M. Ag.
Mengawali pembahasan kasus Corona, Prof. Dr. dr. Yuyun, SpRad mengajak seluruh masyarakat untuk tidak perlu panik menghadapi Covid-19 ini, yang terpenting ikuti intruksi dari pemerintah dan terus waspada dan menjaga kesehatannya. Misalkan saja, mengurangi berdiam diri di dalam rumah, hindari social distance, dan jangan merasa kuat dan kebal virus. “Ingat, virus Corona ini berdasarkan penelitian mampu hidup di benda-mati selama empat hari, jadi tetap harus waspada diri,” terangnya.
Hal senada juga disapaikan dr. Cristiyaji, SpEm dalam penjelasannya sebagai umat Islam tentu Rasulullah sudah mengajarkan kepada umatnya dalam menghadapi wabah atau musibah seperti ini. Salah satu caranya yaitu melakukan isolasi diri, jaga kebersihan, dan maknlaah makanan yang halal dan menyehatkan. “Dalam ikhtiar tentu harsu disertai dengan doa dan memperbanyak istighfar kepada Allah sebagai bentuk pengakuan sebagai hamba yang lemah di hadapan Allah SWT,” paparnya.
Ilfi Nur Diana meminta agar UIN Malang selalu siap meberikan pelayanan kepada masyarakat sekitar kampus, khusunya dalam persoalan kebersihan. UIN Malang juga sudah melakukan gerakan membentuk satgas agar membagikan sanitizer secara gratis kepada warga. Selain itu juga membuat alat kabut anti virus (Kavi). Alat ini digunakan untuk pencegahan anti virus. Semua yang masuk ke area kampus diharuskan dites melalui Kavi itu. Selain itu mobil yang masuk ke kawasan kampus pun juga akan dilakukan screening. “Semua alat ini rencananya akan dibuat masal dan akan diberikan kepada masyarakat di sekitar kampus,” paparnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Hartono guru besar bidang ilmu komputer menilai virus corona ini disebabkan ion udara yang turun dan akibatnya tubuh manusia menghirup udara yang kurang sehat. “Sehingga, saya membuat alat dengan nama mega ion, dengan tujuan untuk menjernihkan udara dari visrus-virus yang sangat kecil dan kasat mata,” terangnya.
Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris terus berupaya agar UIN Maliki Malang terus berupaya memiliki kontribusi terhadap penagangan Covid-19 ini. Selain itu, melalui diskusi ringan ini diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat agar lebih hati-hati. “Semoga kegiatan ini bermanfaat dan memberikan pelajaran bagi kita semua,” pungkasnya.



