DISKUSI PAGI UIN MALIKI: ANTUSIAS ORMAS PEMUDA HADAPI COVI-19
Abadi Wijaya Kamis, 23 April 2020 . in Berita . 875 views
2715_ormas.jpg


Reporter/Foto: Putut Wahyu Hardianto, S.Psi

GEMA-Menjelang bulan Ramadhan tahun ini, meski masih pada situasi pandemi wabah covid-19 di area kota Malang. Acara rutin diskusi sambil berjemur bersama di UIN Maliki Malang tetap berlangsung. Kali ini mengusung tema "Peran Ormas Pemuda dalam Menghadapi Covid-19". Berlokasi seperti biasanya, yakni di samping teras depan gedung Rektorat Ir.Soekarno, Rabu (22/4).
Sesuai dengan temanya, sehingga rektor UIN Maliki Prof. Abd. Haris, M.Ag mengundang perwakilan dari jajaran tokoh pemuda dan Ormas di kota Malang untuk menjadi narasumbernya. Mereka adalah Ahmad Farih Sulaiman, S.Pd(Ketua GP Ansor Malang), Mujahidin Ahmad, S.Pt., M.Sc (Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Malang), Hutama Budi Hindarta, SH (Ketua DPD KNPI Malang). Terakhir Aprilia Mega Rosdiana, M.Si(Dosen Milinial Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang).
Dalam acara diskusi Prof. Haris sapaan akrabnya, selaku MC acara tersebut menyampaikan harapannya agar para tamu yang diundang sebagai narasumber kali ini mampu menyumbangkan inisiatifnya sekaligus mewakili masing-masing ormas yang dipimpinnya khususnya, dan mewakili para organisasi pemuda di seluruh Indonesia. Terutama terkait usaha mereka dalam hal menghadapi wabah virus Corona.

2716_ormas2.jpg


"Ini penting kita libatkan mereka karena saya berasumsi ormas pemuda tidak selalu bertindak langsung namun mereka juga punya pemikiran, ide atau usulan yang strategis dan solutif. Bahkan saya dapat info, setiap ormas pemuda itu memiliki kegiatan tersendiri dalam upaya mencegah covid-19 ini," ungkapnya.
Tampil sebagai narasumber pertama, Ahmad Farih Sulaiman, S.Pd(Ketua GP Ansor Malang), ia sependapat dengan yang disampaikan Prof. Haris. Bahwa organsasi yang ia pimpin tidak hanya sekedar memikirkan efek dari Pandemi virus Corona pada masyarakat Kota Malang tetapi juga melakukan berbagai upaya di lapangan. Misalnya, pemberian semprotan desinfektan, pembagian hand sanitizer dan masker gratis serta program-program sosial yang terkait.
Hal tersebut ternyata tidak jauh beda dengan yang dilakukan oleh ormas pemuda Muhammadiyah. Dijelaskan oleh Mujahiddin bahwa sebagai organisasi otonom, sejak awal adanya info pandemi covid-19 khususnya di kota Malang, maka ia bersama organisasinya segera bertindak real di lapangan dan tidak hanya menyumbang pemikiran saja dalam menghadapi covid-19 ini.
Sedangkan dari KNPI lebih aktif dengan men-support memberikan wadah serta mengkoordinasi agar semua ormas pemuda yang ada di Kota Malang tetap bisa menjalankan visi sosialnya terutama dalam menanggulangi wabah covid-19.
Terakhir pemaparan dari Aprilia Mega Rosdiana, M.Si , Dosen muda era Milinial dari Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang ini lebih fokus membahas lifestyle pemuda era Millenial. Selain itu ia juga menjelaskan peran generasi muda saat ini khususnya menghadapi covid19 tanpa melupakan aspek psikologisnya. Kemudian, ia mengajak kepada kaum millenial dan siapa pun untuk mendukung penuh anjuran dari pemerintah, misalnya stay at home. "Ini penting, karena menurut saya dengan begitu kita tidak akan terkena virus dan juga tidak ikut menyebarkannya!," tegasnya. “Namun, kaum era millenial yang stay at home harus selalu kreatif, inovatif dan tetap produktif," imbuhnya penuh antusias. (ptt)

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up