EMANSIPASI KAUM KARTINI UIN MALIKI TERHADAP WABAH COVID-19
Abadi Wijaya Selasa, 21 April 2020 . in Berita . 869 views
2712_covid.jpg

Reporter/Foto: Putut Wahyu Hardianto, S.Psi

GEMA-Di tengah masa pandemi Virus Corona saat ini ternyata tidak menyurutkan nyali jiwa Kartini, khususnya bagi ibu-ibu di kampus UIN Maliki Malang. Buktinya, kali ini dalam upaya memperingati Hari Kartini, kampus yang beralamatkan di Jl. Gajayana no.50 Malang ini kembali mengadakan acara diskusi sambil berjemur bersama. Acara diselenggarakan di samping teras depan gedung rektorat, mengambil tema "Emansipasi Perempuan, Peran Menghadapi Covid-19", Selasa (21/4).
Mengahdirkan Narasumber yang begitu inspiratif sebagai figur Kartini modern era Millenial di UIN Maliki. Beliau adalah Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si., Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag., Dr. Sri Harini, M.Si dan yang keempat yakni Dr. Isti'adah, M.Si. "Hari ini amat sangat spesial bertepatan dengan tanggal 21 April 2020 dalam rangka memperingati Hari Kartini. Lalu, ketika kita sebut hari Kartini maka kata yang muncul adalah emansipasi oleh karena itu hari ini kita diskusikan terkait emansipasi perempuan dalam menghadapi kasus Covid-19," ucap Prof. Abd. Haris selaku host saat membuka acara diskusi.

2713_emansipasi.jpg


Mengawali diskusinya, Prof. Abd. Haris menjelaskan dipilihnya para narasumber tersebut bukan tanpa alasan. Meskipun beliau semua dari kaum hawa/ perempuan tetapi memiliki peranan penting di kampus yang berlogo Ulul Albab. Misalnya, Dr. Ilfi Nur Diana sekarang menjabat sebagai wakil rektor bidang AUPK, Prof. Umi Sumbulah sebagai Direktur Pascasarjana, Dr. Sri Harini menjadi Dekan Fakultas Saintek dan Dr. Isti'adah adalah ketua dari unit Pusat Studi Gender dan Anak(PSGA) yang sekarang. Selain itu, lanjut Prof. Haris karena beliau yang diundang semuanya dari dahulu sampai sekarang masih aktif sebagai penggerak terkait gender. "Ibu-ibu ini semuanya memiliki kepedulian yang amat sangat tinggi terkait persoalan tentang gender," tegasnya. Selain itu, ternyata semua narasumber tersebut pernah menjadi sekretaris dan ketua di unit (PSGA) UIN Maliki Malang.

2714_wanita.jpg


Selanjutnya diskusi berlangsung dengan gayeng dan lancar. Setiap narasumber menyampaikan berbagai aspirasi dan gagasannya dengan perspektif mereka sendiri-sendiri. Dan semua apa yang diutarakan narasumber tidaklah lepas daripada emansipasi perempuan yang dikaitkan dengan peranan perempuan untuk menghadapi covid-19.
Hingga di akhir diskusi Prof. Haris menyimpulkan bahwa ketika kita berbicara emansipasi perempuan, bukan berarti kita hanya mengadopsi model luarnya saja, misal memakai sanggul, baju kebaya atau yang mirip dengan Kartini. Namun lebih dari itu, rektor asal Lamongan itu melanjutkan sebenarnya yang perlu diutamakan adalah subtansi dari apa yang dipesankan oleh R.A Kartini. Yakni, tentang upaya melambangkan perempuan sebagai manusia yang sewajarnya. "Memanusiakan manusiaInilah, inilah pesan humanismenya," jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sebenarnya sudah ada contohnya di Zaman Rasulullah SAW. yakni pada sosok Khadijah dan Aisyah yang menurutnya bisa menjadi panutan bagi kita semua. "Dan Bunda-bunda (narasumber) ini adalah representasi dari UIN Maliki Malang yang akan terus merjuangkan emansipasi dengan perspektif Islam," pungkasnya.(ptt)

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up