HAB TELAH DICEMARI MANUSIA! MUNCULLAH VIRUS CORONA
Abadi Wijaya Senin, 6 April 2020 . in Berita . 964 views
2683_covid.jpg

Reporter & Fotografer | Putut Wahyu Hardianto, S. Psi.


GEMA-Kepedulian kaum cendekiawan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam usaha menyalurkan pemikirannya terhadap kasus wabah virus Corona serasa tanpa ada hentinya. Kali ini, dikaji melalui agenda yang sama di Minggu sebelumnya, yakni diskusi sambil jemur bareng edisi ketujuh dengan tema "Integrasi Membangun Sains Islami, Covid-19 sebagai Case Study", Jumat (3/4). Talkshow kali ini menghadirkan Empat narasumber yakni Basri, P.h.D, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA. Dr. Fauzan Zenrif, M.Ag, dan Dr. Yahya.
Sebagai narasumber yang kedua, yakni Wakil Rektor bidang Akademik Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA. ia menjelaskan bahwa jika dihubungkan dengan ajaran Islam, sesungguhnya Covid-19 ini merupakan akibat suatu pelanggaran terhadap hukum Allah SWT. Yakni, adanya hak asasi binatang (HAB) yang dicemari oleh manusia. Padahal sudah jelas, bahwa ada beberapa golongan binatang yang telah ditetapkan Islam untuk dilarang dimakan karena itu hukumnya haram.
Masih kata Prof. Zain. sapaan akrabnya, dari info berita terupdate yang ia peroleh. Informasi itu menyatakan bahwa Covid-19 merupakan virus dari hewan liar, yakni kelelawar dan trenggiling yang dikonsumsi oleh manusia dan akhirnya virus itu mampu menyerang manusia yang mengkonsumsinya. Virus itu mudah sekali menular melalui kontak fisik dan situasi tak terduga. “Apalagi di Wuhan sebagai salah satu kota di China, tempat asal mula virus Corona. Di sana banyak sekali pasar yang menjual daging binatang liar untuk dikonsumsi,” terangnya.
Oleh karena itu, tambah Prof. Zain, problem Covid-19 ini adalah masalah yang berhubungan antara manusia dengan cosmos. Sehingga ketika manusia tidak memperhatikan alam semesta ini, alam sekitar termasuk hewan atau binatang yang tidak dilindungi justru malah dikonsumsi maka yang terjadi muncullah wabah covid-19. "Terasa ada nilai yang hilang, yaitu pesan ajaran Islam agar alam itu harus dipelihara dan dijaga," jelasnya.
Oleh karena itu dalam ajaran Islam, melarang mengkonsumsi makanan yang tidak dianjurkan oleh Allah SWT. Sebaliknya kita diharuskan untuk memilih makanan yang halal dan juga baik bagi tubuh kita. "Makanlah lah makanan yang halal, bergizi dan baik bagi kesehatan kita," imbuhnya.
Dia menambahkan, bahwa dalam mensikapi virus Corona, Profesor yang merupakan guru besar UIN Maliki bidang Sosiologi Agama ini langsung mengkaitkan persoalan tersebut dengan pernyataan salah satu tokoh Islam yang terkenal, yakni Ibnu Shina. Bagi orang yang menghadapi wabah Covid-19 secara tenang dan tidak gundah berati mendapatkan separuh obatnya. Lalu sabar adalah permulaan dari langkah penyembuhan. "Sabarlah kuncinya, disamping itu berikhtiar dan juga tawakal hanya kepada Allah dengan Istiqomah," ajaknya. (ptt)

Link youtube https://www.youtube.com/watch?v=wj-h1hJc3cA

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up